NAB Reksadana Tertekan, Turun 2,42% pada September 2026



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat kinerja industri reksadana mengalami penyusutan di tengah dinamika pasar keuangan.

Hal ini tercermin dari nilai aktiva bersih (NAB) reksa dana yang mengalami penurunan pada September 2026.

Kepala Eksekutif Pengawas Inovasi Teknologi Sektor Keuangan, Aset Keuangan Digital dan Aset Kripto (IAKD) OJK Hasan Fawzi membeberkan, NAB reksa dana tercatat sebesar Rp 637,07 triliun pada September 2026. 


Nilai tersebut turun 2,42% secara month to month (mtm).

"Kinerja industri pengelolaan investasi mengalami penyesuaian di tengah dinamika pasar keuangan yang terjadi selama bulan laporan," ujar Hasan dalam pemaparannya dalam RDKB OJK September, Senin (5/10/2026).

Baca Juga: Kinerja Reksadana Tertekan, MAMI Mengandalkan Instrumen Pendapatan Tetap

Di tengah penyesuaian tersebut, OJK juga mencatat perkembangan pada produk Exchange Traded Fund (ETF) emas. 

Hasan menjelaskan sejak diluncurkan pada 10 Agustus hingga akhir September 2026, telah terdapat tujuh produk ETF emas yang diterbitkan oleh tujuh manajer investasi.

Total dana kelolaan atau asset under management (AUM) dari tujuh ETF emas tersebut mencapai Rp 105,63 miliar hingga akhir September 2026.

Sementara itu, jumlah investor di pasar modal justru masih menunjukkan pertumbuhan. OJK mencatat terdapat penambahan 1,03 juta investor pada September 2026 secara month to month.

Dengan tambahan tersebut, total jumlah investor pasar modal mencapai 32,17 juta investor. Jumlah tersebut tumbuh 57,96% secara year to date (ytd) sepanjang 2026.

"Jumlah investor di pasar modal terus melanjutkan tren peningkatan signifikan sejalan dengan inisiatif penguatan ekosistem digital di industri pasar modal," kata Hasan.

Baca Juga: Pasar Saham Tertekan, Ini Kinerja Reksadana pada September 2026

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News