JAKARTA. Kurs euro masih punya peluang menguat terhadap sejumlah mata uang asing. Sebelumnya, euro (EUR) sempat menguat terhadap dolar Amerika Serikat (USD) didorong oleh sentimen positif lelang obligasi sejumlah negara Eropa yang laris. Namun, energi penguatan EUR masih terhadang masalah Yunani. Saat ini, pelaku pasar menanti perkembangan restrukturisasi utang Yunani. Mengutip Reuters, para menteri keuangan di Zona Euro, Senin (23/1), menolak kesepakatan obligasi baru Yunani, karena negara ini belum siap untuk membayar kupon lebih tinggi dari 3,5%. Yunani dengan persetujuan Dana Moneter Internasional (IMF) dan Uni Eropa menawarkan kupon obligasi baru sedikit di atas 3,5%. Namun, para investor swasta pemegang obligasi itu menolak dan meminta kupon minimal 4%. "Penyelesaian jadi terkatung-katung lagi," Nizar Hilmy, analis SoeGee Futures. Hal ini membuat laju penguatan EUR terhadap USD menjadi tersendat.
Nafas euro ada, tapi belum kuat
JAKARTA. Kurs euro masih punya peluang menguat terhadap sejumlah mata uang asing. Sebelumnya, euro (EUR) sempat menguat terhadap dolar Amerika Serikat (USD) didorong oleh sentimen positif lelang obligasi sejumlah negara Eropa yang laris. Namun, energi penguatan EUR masih terhadang masalah Yunani. Saat ini, pelaku pasar menanti perkembangan restrukturisasi utang Yunani. Mengutip Reuters, para menteri keuangan di Zona Euro, Senin (23/1), menolak kesepakatan obligasi baru Yunani, karena negara ini belum siap untuk membayar kupon lebih tinggi dari 3,5%. Yunani dengan persetujuan Dana Moneter Internasional (IMF) dan Uni Eropa menawarkan kupon obligasi baru sedikit di atas 3,5%. Namun, para investor swasta pemegang obligasi itu menolak dan meminta kupon minimal 4%. "Penyelesaian jadi terkatung-katung lagi," Nizar Hilmy, analis SoeGee Futures. Hal ini membuat laju penguatan EUR terhadap USD menjadi tersendat.