KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Gadai Mas Nusantara menerapkan sejumlah strategi guna mendorong kinerja pembiayaan gadai pada 2026. Corporate Secretary and Legal Gadai Mas Nusantara Evi Mayanti Situmorang mengatakan perusahaan menerapkan strategi untuk fokus pada penguatan kualitas pembiayaan, optimalisasi jaringan dan layanan, serta peningkatan efisiensi operasional.
"Pada dasarnya, kami tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian agar pertumbuhan tetap sehat dan berkelanjutan," kata Evi kepada Kontan, Minggu (29/3).
Baca Juga: Terapkan PSAK 117, Asuransi Bintang (ASBI) Catat Laba Rp 45,8 Miliar per 2025 Selain itu, Evi menyampaikan Gadai Mas Nusantara akan terus melakukan pengembangan usaha dengan mengoptimalkan pasar di berbagai daerah. Dia bilang sejauh ini, Gadai Mas Nusantara telah beroperasi di 8 provinsi Indonesia. Evi menyebut kontribusi pembiayaan gadai berasal dari berbagai wilayah, didominasi pada area-area yang memiliki aktivitas dan kebutuhan ekonomi yang relatif tinggi. "Namun, potensi pasar tetap terbuka di berbagai daerah, sehingga pengembangan usaha lebih merata dan terukur dan tidak hanya terfokus di wilayah tertentu," tuturnya.
Terkait kinerja, Evi mengungkapkan nilai penyaluran gadai di Gadai Mas Nusantara mengalami peningkatan 40% secara Year on Year (YoY) pada 2025. Sayangnya, dia tak menyebutkan nilai yang dibukukan perusahaan. Asal tahu saja, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) telah memberikan izin usaha pergadaian kepada PT Gadai Mas Nusantara dengan lingkup wilayah nasional per 10 Oktober 2025. Dengan demikian, PT Gadai Mas Nusantara menjadi perusahaan gadai swasta pertama yang bisa berbisnis dengan ruang lingkup wilayah nasional atau menyamai ruang lingkup bisnis PT Pegadaian. Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News