Naik Hampir 10%, Gaikindo Sebut Ekspor Mobil 2025 Tembus Level Tertinggi



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kinerja ekspor kendaraan roda empat Indonesia mencatat pertumbuhan sepanjang 2025 di tengah pelemahan pasar domestik dan penurunan produksi sejumlah segmen, termasuk truk. 

Data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) menunjukkan pengiriman mobil utuh atau completely built up (CBU) mencapai 518.212 unit, naik 9,7% secara tahunan (year on year/YoY) sekaligus menjadi rekor tertinggi sepanjang sejarah.

Sekretaris Umum Gaikindo Kukuh Kumara mengatakan bahwa capaian tersebut menjadi penopang industri otomotif nasional di saat penjualan dalam negeri belum kembali ke level normal. 


"Biasanya kita jualan bisa di atas 1 juta unit, sekarang kita hanya 800.000. Kemarin alhamdulillah tembus 803.000 unit. Tapi yang menarik kan ekspor juga, kita tembus all time high 518.000 unit,” ujarnya kepada media di Jakarta, Jumat (30/1).

Baca Juga: Pelaku Usaha Indonesia Dorong Kerja Sama Ekonomi Asia-Pasifik melalui ABAC

Kukuh mengakui penurunan produksi tidak hanya terjadi pada kendaraan komersial, melainkan hampir di seluruh segmen. Namun, peningkatan ekspor dinilai menjadi sinyal positif daya saing industri otomotif Indonesia di pasar global.

Dari sisi produsen, ekspor CBU masih didominasi pabrikan Jepang. Toyota memimpin dengan pengiriman 175.446 unit atau berkontribusi 33,9% dari total ekspor, disusul Daihatsu 124.848 unit (24,1%) dan Mitsubishi Motors 105.079 unit (20,3%). Hyundai menempati posisi berikutnya dengan 54.175 unit, diikuti Suzuki 30.636 unit dan Honda 17.126 unit.

Selain CBU, pengiriman kendaraan dalam bentuk terurai atau completely knocked down (CKD) juga menunjukkan pertumbuhan signifikan. Sepanjang 2025, ekspor CKD mencapai 63.263 unit, melonjak 36,6% dibanding 46.311 unit pada 2024. Mitsubishi Motors menjadi kontributor terbesar dengan 48.157 unit atau sekitar 76% dari total CKD, disusul Hyundai 8.522 unit dan Suzuki 5.852 unit.

Di sisi lain, ekspor komponen otomotif justru mengalami penurunan 7,3% menjadi 141,9 juta potong dari sebelumnya 153 juta potong. Mayoritas komponen masih dipasok Toyota dengan kontribusi lebih dari 90%, diikuti Honda dan Hino.

Menurut Kukuh, peningkatan ekspor mobil tidak lepas dari kerja sama berbagai pihak, baik pelaku industri maupun pemerintah melalui sejumlah kementerian. Upaya penjajakan pasar baru terus dilakukan untuk memperluas tujuan ekspor kendaraan nasional. 

"Kita syukuri saja bahwa ekspor meningkat, all time high. Kita terus kerja keras semua pihak, baik pelaku maupun pemerintah, misalnya dengan beberapa kementerian seperti luar negeri dan perdagangan. Kita ingin ekspor ke Meksiko lebih baik, ke Timur Tengah juga,” katanya.

Gaikindo menilai tren ekspor yang meningkat menjadi bantalan penting industri otomotif nasional di tengah perlambatan permintaan domestik. Dengan penetrasi pasar yang semakin luas dan diversifikasi negara tujuan, ekspor diharapkan tetap menjadi salah satu motor pertumbuhan industri otomotif Indonesia pada tahun-tahun mendatang.

Baca Juga: Kadin dan Apindo Ungkap Persiapan Pengusaha Merespons Permintaan Ramadan - Idulfitri

Selanjutnya: Sinarmas Sekuritas Dorong Investor Cerdas Lewat Kompetisi Trading

Menarik Dibaca: Peringatan Dini BMKG Cuaca Besok (3/2), Hujan Sangat Deras Guyur Provinsi Ini

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News