Naikkan Status Vietnam ke Emerging Market, FTSE Russell Masukkan Hoa Pahat & Vingroup



KONTAN.CO.ID - HANOI. Penyedia indeks global FTSE Russell memasukkan perusahaan baja Hoa Phat dan konglomerat Vingroup ke dalam daftar efek Vietnam yang memenuhi syarat untuk masuk ke dalam indeks acuan ekuitas globalnya, menjelang reklasifikasi resmi negara Asia Tenggara tersebut bulan depan.

Mengutip Reuters, Sabtu (22/8/2026), status pasar Vietnam akan ditingkatkan dari status pasar perbatasan (frontier market) menjadi pasar berkembang (emerging market) oleh FTSE Russell pada bulan September. 

Penyedia indeks tersebut memperkirakan perubahan ini dapat mengalirkan dana hingga US$ 6 miliar ke pasar ekuitas negara itu, dengan sekitar US$ 1,5 miliar di antaranya berasal dari arus masuk investasi pasif.


FTSE Russell menetapkan 27 saham Vietnam yang memenuhi syarat untuk indeks FTSE Global All Cap.

Baca Juga: AS Berencana Lunasi Sebagian Utang ke PBB, Akan Bayar US$ 725 Juta

Bank milik negara Vietcombank, Vingroup, dan unit pengembang propertinya, Vinhomes, diklasifikasikan sebagai saham berkapitalisasi besar (large-cap), sementara BIDV, Hoa Phat, dan VPBank diklasifikasikan sebagai saham berkapitalisasi menengah (*mid-cap*); keenam saham tersebut juga masuk dalam daftar indeks FTSE All-World.

Sebanyak 21 saham sisanya, termasuk perusahaan teknologi FPT, merupakan saham berkapitalisasi kecil (small-cap).

Pemberitahuan tersebut juga mencantumkan 90 saham Vietnam berkapitalisasi mikro (micro-cap) untuk indeks FTSE Total Cap. FTSE Russell tidak mengungkapkan bobot masing-masing komponen, faktor kelayakan investasi yang disesuaikan dengan saham beredar (free-float), ataupun estimasi arus investasi terkait reklasifikasi tersebut.

Dalam catatan yang dirilis setelah pengumuman itu, Maybank Securities memperkirakan bahwa ETF yang melacak indeks FTSE dapat menginvestasikan sekitar US$190 juta pada tahap alokasi awal.

Vingroup berpotensi menarik sekitar US$ 49 juta dari jumlah tersebut, sementara Hoa Phat dan FPT diperkirakan masing-masing akan menerima investasi sebesar US$11,3 juta dan US$ 10,8 juta, menurut Maybank. Total arus masuk dana terkait FTSE diperkirakan mencapai $490 juta untuk Vingroup, US$ 112,9 juta untuk Hoa Phat, dan US$ 107,7 juta untuk FPT.

Baca Juga: TikTok Sepakati Penyelesaian Kasus Privasi Anak di AS SenilI US$ 400 Juta

FTSE Russell mengumumkan peningkatan status tersebut pada bulan April, dengan menyatakan akan mulai memasukkan negara itu ke dalam indeks ekuitas globalnya secara bertahap: penambahan 10% dari kapitalisasi pasar pada bulan September, tambahan 20% pada bulan Maret, serta masing-masing 35% pada bulan Juni dan September tahun depan.

Sejak tahun 2018, Vietnam telah masuk dalam daftar pantauan untuk dimasukkan ke dalam kategori yang juga mencakup China dan India tersebut.

Vietnam diproyeksikan akan mencakup sekitar 0,034% dari FTSE Global All Cap Index, 0,02% dari FTSE All-World Index, 0,329% dari FTSE Emerging All Cap Index, dan 0,192% dari FTSE Emerging Index setelah peningkatan status tersebut rampung.

Investor asing telah melepas saham-saham Vietnam tahun ini, dengan total arus keluar bersih dari Bursa Efek Ho Chi Minh mencapai sekitar $3,61 miliar hingga saat ini, menyusul arus keluar bersih sebesar $5 miliar pada tahun 2025, menurut data resmi.

Indeks acuan Vietnam, VN-Index, ditutup naik 1,95% pada hari Jumat di level 1.768. Indeks tersebut telah turun 2,82% sepanjang tahun ini, menurut data LSEG. 

TAG: