JAKARTA. Pengolahan mineral di dalam negeri akan bertambah. Sebab, salah satu perusahaan tambang asal India, National Aluminium Co Ltd (Nalco) siap mengoperasikan pabrik pengolahan dan pemurnian (smelter) aluminium akhir tahun 2012. "Smelter ini akan mengolah bauksit menjadi aluminium," ungkap Isran Noor, Bupati Kutai Timur, Selasa (27/7). Menurut Isran, pembangunan smelter itu menelan investasi US$ 5,6 miliar. Jumlah investasi ini meningkat dari perkiraan semula yang sebesar US$ 4,07 miliar. Investasi ini, lanjut Isran, antara lain bakal dipakai untuk membangun rel pengangkut (railway) dan smelter. Nalco akan membangun rel sepanjang 142 kilometer (km) dari Muara Wahau sampai ke Lubuk Tutung, Pantai Timur, Kutai Timur.
Nalco mengaktifkan smelter tahun depan
JAKARTA. Pengolahan mineral di dalam negeri akan bertambah. Sebab, salah satu perusahaan tambang asal India, National Aluminium Co Ltd (Nalco) siap mengoperasikan pabrik pengolahan dan pemurnian (smelter) aluminium akhir tahun 2012. "Smelter ini akan mengolah bauksit menjadi aluminium," ungkap Isran Noor, Bupati Kutai Timur, Selasa (27/7). Menurut Isran, pembangunan smelter itu menelan investasi US$ 5,6 miliar. Jumlah investasi ini meningkat dari perkiraan semula yang sebesar US$ 4,07 miliar. Investasi ini, lanjut Isran, antara lain bakal dipakai untuk membangun rel pengangkut (railway) dan smelter. Nalco akan membangun rel sepanjang 142 kilometer (km) dari Muara Wahau sampai ke Lubuk Tutung, Pantai Timur, Kutai Timur.