Nama Rinaldi di bursa Dirut Pertamina picu kritik



JAKARTA. Bursa calon Direktur Utama (Dirut) PT Pertamina (persero) terus menghangat. Terlebih sejumlah nama berseliweran disebut masuk dalam kandidat puncak pimpnan perusahaan pelat merah tersebut.

Sebut saja, munculnya nama mantan Dirut PT Telekomunikasi Indonesia (Telkom) Rinaldi Firmansyah sebagai kandidat kuat Dirut Pertamina menuai berbagai kritikan.

Pengamat Politik Energi dan Dosen Universitas Negeri Jakarta (UNJ) Ubedillah Badrun menilai, Rinaldi merupakan sosok yang tidak paham  sektor minyak dan gas.


"Menurut saya, secara substansial sebetulnya Rinaldi tidak paham tentang Migas. Mengingat dia sebelumnya hanya merupakan Dirut Telkom yang jelas tidak ada hubungannya dengan Migas," kata Ubedillah, Selasa (11/11).

Lebih lanjut menurutnya, jika melihat rekam jejaknya, jelas Rinaldi bukanlah orang yang paham akan permasalahan bisnis yang ada di sektor migas.

"Meski mungkin secara manajerial dia mampu berada di posisi tertinggi Pertamina, tapi patut diperhatikan juga bahwa Rinaldi merupakan sosok yang sangat politis. Nilai nasionalismenya diragukan dan cenderung neolib," ujarnya.

Dikatakan Ubedillah, akan sangat berbahaya ketika dirut perusahaan plat merah sekaliber Pertamina memiliki karakter yang politis. Tentu itu akan berdampak negatif bagi perusahaan. "Karena akan ada conflict of interest. Jelas dia syarat akan kepentingan  apalagi seperti diketahui dia di-endorse oleh Rini Soemarno dan Jusuf Kalla," lanjutnya. (Wahyu Aji)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Yudho Winarto