Narendra Modi Serukan Pembatasan BBM, Perjalanan, dan Impor untuk Hemat Devisa



KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Perdana Menteri India Narendra Modi menyerukan serangkaian langkah penghematan energi dan devisa di tengah melonjaknya harga energi global yang memberi tekanan terhadap cadangan devisa negara.

Dalam pernyataannya pada Minggu, Modi meminta masyarakat untuk mengadopsi kembali pola kerja dari rumah (work from home) serta penggunaan pertemuan daring, kebiasaan yang sebelumnya meluas saat pandemi COVID-19. Langkah ini dinilai dapat membantu menekan konsumsi bahan bakar di dalam negeri.

“Dalam situasi saat ini, kita harus memberikan penekanan besar pada penghematan devisa,” ujar Modi.


Selain itu, ia juga mendorong penggunaan transportasi publik seperti metro serta praktik berbagi kendaraan (carpooling) untuk mengurangi konsumsi bahan bakar.

Baca Juga: Industri Otomotif AS Desak Trump Blokir Mobil China dari Pasar Amerika

India, yang merupakan importir dan konsumen minyak terbesar ketiga di dunia, hingga akhir bulan lalu belum menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) jenis solar dan bensin, meskipun tekanan harga energi global terus meningkat.

Modi juga mengimbau masyarakat untuk menahan pembelian emas, yang secara tradisional menjadi pengeluaran besar dalam perayaan pernikahan di India, serta mengurangi perjalanan ke luar negeri yang tidak mendesak setidaknya selama satu tahun guna menjaga cadangan devisa.

Lebih lanjut, ia mendorong keluarga untuk mengurangi konsumsi minyak goreng, yang menurutnya dapat memberikan manfaat kesehatan sekaligus mendukung upaya penghematan nasional.

Tidak hanya itu, Modi juga meminta para petani untuk memangkas penggunaan pupuk hingga setengah dari tingkat normal sebagai bagian dari upaya efisiensi sumber daya.

Seruan ini mencerminkan kekhawatiran pemerintah India terhadap dampak lanjutan dari lonjakan harga energi global terhadap stabilitas ekonomi dan neraca pembayaran negara.