NASA Siapkan Misi Uji Coba Baru Jelang Pendaratan Astronaut di Bulan



KONTAN.CO.ID – WASHINGTON. NASA menambahkan misi baru dalam program pendaratan Bulan Artemis sebagai bagian dari penyesuaian strategi di tengah meningkatnya persaingan dengan China dalam eksplorasi luar angkasa berawak.

Misi Artemis terbaru yang dijadwalkan pada 2027 akan mencakup uji coba docking (pertemuan dan penyambungan) wahana antariksa di orbit Bumi sebelum pendaratan astronot ke Bulan. Langkah ini menjadi bagian dari perombakan besar dalam program andalan Amerika Serikat untuk kembali mengirim manusia ke Bulan setelah lebih dari setengah abad.

Pengumuman perubahan ini disampaikan pada Jumat (27/2), seiring ambisi China yang semakin dekat dengan target pendaratan astronot di Bulan pada 2030. Di sisi lain, sejumlah pakar keselamatan di AS memperingatkan bahwa pengujian tambahan sangat diperlukan sebelum misi pendaratan berawak dilakukan, yang kini direncanakan melalui Artemis IV pada 2028.


Baca Juga: NASA Posisikan Roket SLS ke Landasan Peluncuran untuk Misi Artemis II

Fokus Baru: Produksi Roket, Bukan Upgrade

NASA juga memutuskan untuk membatalkan rencana peningkatan roket Space Launch System (SLS) dan memilih untuk memprioritaskan peningkatan produksi serta frekuensi peluncuran roket tersebut. Keputusan ini berdampak pada kontrak senilai sekitar US$2 miliar milik Boeing untuk membangun tahap atas SLS yang lebih kuat, yang kini dibatalkan.

Saat ini, Boeing bersama Northrop Grumman memproduksi roket SLS, yang akan membawa kapsul astronot Orion buatan Lockheed Martin. Kapsul ini dirancang untuk mengangkut astronot menuju wahana pendarat Bulan di orbit sebelum turun ke permukaan satelit alami tersebut.

Persaingan Swasta: SpaceX vs Blue Origin

Dalam pengembangan wahana pendarat Bulan, dua perusahaan antariksa swasta besar — SpaceX milik Elon Musk dan Blue Origin milik Jeff Bezos — tengah bersaing untuk menjadi yang pertama mewujudkan pendaratan astronot NASA di Bulan.

Baca Juga: Momen Langka, NASA Abadikan Komet Antarbintang 3I/Atlas dari Dekat

Misi baru ini memberi NASA kesempatan untuk melakukan latihan tambahan sebelum menjalankan misi pendaratan yang lebih ambisius. Sebelumnya, pendaratan manusia ke Bulan direncanakan dalam Artemis III.

NASA telah melakukan uji coba tanpa awak menggunakan SLS dan Orion pada 2022. Saat ini, badan antariksa tersebut menargetkan peluncuran Artemis II pada April mendatang, yang akan membawa empat astronot mengelilingi Bulan sebelum kembali ke Bumi.

Dalam pembaruan Artemis III, kapsul Orion dengan awak di dalamnya akan mendemonstrasikan kemampuan docking dengan satu atau dua wahana pendarat Bulan di orbit rendah Bumi. Proses ini menjadi tahapan krusial dalam roadmap NASA untuk mewujudkan pendaratan manusia di Bulan dalam era baru eksplorasi antariksa.