Nasabah BSI Tembus 24,3 Juta, Penetrasi Keuangan Syariah Terus Diperkuat



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) terus memperluas penetrasi keuangan syariah di Indonesia. Hingga Agustus 2026, jumlah nasabah atau customer base BSI telah mencapai 24,3 juta, didukung ekspansi layanan serta kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan, termasuk Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Wakil Direktur Utama BSI Bob T Ananta mengatakan, pertumbuhan jumlah nasabah tersebut menjadi salah satu hasil dari konsistensi perseroan dalam memperluas akses masyarakat terhadap layanan keuangan syariah. "Saat ini jumlah customer base BSI mencapai 24,3 juta," ujar Bob dalam siaran pers, Senin (24/8/2026).

Menurut Bob, BSI terus mendorong penetrasi keuangan syariah melalui kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk OJK. Upaya tersebut dilakukan untuk meningkatkan akses sekaligus pemahaman masyarakat terhadap produk dan layanan keuangan syariah.


Baca Juga: Saham BMRI, BBRI, BBNI, BBCA Kompak Turun, Ada Isu Rekening Donasi Demo Diblokir

BSI turut berpartisipasi dalam EKSiS 2026 yang berlangsung pada 20-23 Agustus 2026. Mengusung tema "Tumbuh Bersama, Bermanfaat untuk Semua", kegiatan tersebut menjadi wadah kolaborasi untuk memperluas akses masyarakat terhadap informasi, edukasi, serta produk dan layanan keuangan syariah.

Dalam kegiatan tersebut, BSI juga menawarkan sejumlah program untuk menarik masyarakat menggunakan layanan perbankan syariah. Salah satunya aktivasi BYOND dengan cashback Rp30.000 melalui kode referral BYONDEKS, dengan kuota 2.500 nasabah per bulan.

BSI juga menawarkan promo kopi gratis bagi masyarakat yang membuka rekening BSI atau melakukan top up minimal Rp 50.000 selama gelaran EKSiS 2026, dengan kuota 100 cup per hari.

Sementara itu, Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi dan Pelindungan Konsumen OJK Dicky Kartikoyono mengatakan, pengembangan keuangan syariah tidak hanya berkaitan dengan transaksi keuangan.

Menurutnya, keuangan syariah juga berkaitan dengan pembangunan keadilan, kemitraan, kepercayaan dan kemaslahatan masyarakat.

"Keuangan syariah bukan hanya tentang bagaimana kita melakukan transaksi, tapi keuangan syariah adalah tentang bagaimana kita membangun keadilan, kemitraan, kepercayaan, dan kemaslahatan," kata Dicky dalam pembukaan EKSiS 2026, Kamis (20/8/2026).

OJK terus memperkuat literasi dan inklusi keuangan syariah melalui kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan. Langkah tersebut ditujukan agar masyarakat semakin memahami, percaya, serta mampu memanfaatkan produk dan layanan keuangan syariah secara bijak.

Dicky menilai EKSiS dapat menjadi jembatan bagi masyarakat dari pengetahuan menuju pemahaman, kemudian dari pemahaman menuju pilihan dan keyakinan terhadap produk keuangan syariah.

Baca Juga: Ciputra Life Ungkap Perbedaan Laporan Keuangan PSAK 117 Dibanding Versi Sebelumnya

Menurut dia, produk dan layanan keuangan syariah memiliki potensi memberikan manfaat terhadap kesejahteraan masyarakat, pertumbuhan ekonomi riil, hingga kelestarian lingkungan secara berkelanjutan.

Upaya memperkuat literasi dan inklusi tersebut dinilai masih relevan mengingat hasil Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2026 menunjukkan indeks literasi keuangan syariah baru mencapai 43,07%, sedangkan indeks inklusi keuangan syariah berada di level 13,24%.

Angka tersebut menunjukkan masih terdapat ruang yang luas untuk meningkatkan pemahaman sekaligus pemanfaatan produk dan layanan keuangan syariah oleh masyarakat.

Dengan basis nasabah yang terus bertumbuh, BSI pun akan terus memperkuat kolaborasi dan penetrasi layanan keuangan syariah untuk memperluas akses masyarakat terhadap produk perbankan syariah.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News