Nasabah Pembiayaan Emas BSI Tumbuh 400% Pada Februari 2026



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Layanan pembiayaan emas PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) tumbuh positif di awal tahun ini. BSI menyebut pertumbuhan positif ini didukung oleh layanan yang semakin memudahkan nasabah.

Corporate Secretary BSI Wisnu Sunandar menyebut pada Februari 2026, total nasabah pembiayaan emas BSI tumbuh 400% secara tahunan (yoy).

"Angka ini meningkat karena emas menjadi salah satu instrumen investasi yang diyakini memberikan imbal hasil yang tinggi serta sifatnya yang liquid untuk kebutuhan mendesak," kata Wisnu kepada kontan.co.id, Rabu (1/4/2026).


Baca Juga: SeaBank Raup Laba Rp 678,4 Miliar pada 2025, Tumbuh 79%

Wisnu menilai, di tengah dinamika ekonomi yang terjadi saat ini, emas menjadi instrumen investasi yang dinilai lebih aman dan terjamin oleh masyarakat. Emas juga relatif mudah untuk dibeli.

Melalui aplikasi BYOND by BSI misalnya, Wisnu menyebut nasabah dapat membeli emas dengan mudah mulai dari harga Rp 50.000. Menurutnya, kemudahan ini juga jadi salah satu penyebab meningkatnya nasabah layanan emas BSI.

"Karakteristiknya yang inklusif, mudah diakses secara digital, serta sesuai prinsip syariah membuat emas semakin terjangkau bagi berbagai segmen nasabah," ujarnya.

Secara rinci, pada Februari 2026, pertumbuhan pembiayaan cicil emas BSI tumbuh 17,68% (yoy) dan gadai emas BSI tumbuh 19,96% (yoy).

Baca Juga: Laju Kinerja Asuransi Properti Diproyeksi Tertahan pada 2026, AAUI Beberkan Sebabnya

Ke depannya, Wisnu memastikan BSI akan terus memperkuat inovasi dalam layanan pembiayaan emasnya. BSI juga akan meningkatkan kolaborasi dengan regulator dan pelaku industri untuk membangun ekosistem bank emas nasional.

Sebagai bullion bank, BSI kini menyediakan sejumlah layanan emas kepada nasabahnya, mulai dari perdagangan emas, penitipan emas dan simpanan emas. Adapun jumlah emas yang dikelola BSI sampai dengan Februari 2026 mencapai 22,5 ton.

"Tahun ini kami optimistis emas bullion masih menarik bagi masyarakat," kata Wisnu.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News