KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Bursa saham Amerika Serikat (AS) menguat pada perdagangan Selasa (22/9/2026), dengan Nasdaq mencetak rekor intraday baru. Investor mencermati perkembangan konflik di Timur Tengah sekaligus kembali memburu saham teknologi yang mendapat katalis dari perkembangan bisnis kecerdasan buatan (AI). Indeks Nasdaq Composite naik 0,14% ke 27.161,197 pada pembukaan perdagangan. Pergerakannya kemudian menembus 27.224, melampaui rekor intraday sebelumnya di 27.190,21 yang tercatat pada 1 Juni.
Baca Juga: Wall Street Reli: Indeks Nasdaq Catat Rekor Penutupan Tertinggi, Optimisme AI Bangkit Sementara itu, Dow Jones Industrial Average dibuka naik 253,1 poin atau 0,49% menjadi 52.301,92. S&P 500 juga menguat 0,08% ke 7.770,81. Pergerakan pasar turut dipengaruhi harapan adanya pembicaraan antara AS dan Iran yang berpotensi meredakan konflik yang telah berlangsung sekitar enam bulan. Namun, perhatian investor juga tertuju pada sektor teknologi, terutama setelah perkembangan produk AI baru milik Meta Platforms.
AI Meta Jadi Katalis
Saham Meta Platforms melanjutkan penguatan setelah perusahaan meluncurkan Muse, asisten AI yang mampu menjalankan sejumlah tugas atas nama pengguna, mulai dari mengirim email, memesan perjalanan hingga menyelesaikan transaksi. Sejak diluncurkan pada 8 September, saham Meta telah melonjak lebih dari 20%. Pada perdagangan Senin (21/9), saham Meta bahkan melesat lebih dari 11% dan kembali menguat sekitar 1,5% pada awal perdagangan Selasa. Kenaikan tersebut membuat kapitalisasi pasar Meta bertambah lebih dari US$ 200 miliar dan membawa saham perusahaan ke level tertinggi dalam lebih dari tujuh bulan. "Pasar mulai melihat Muse sebagai peluang baru untuk monetisasi AI Meta," kata analis.
Baca Juga: Wall Street Ditutup Beragam, Pasar Antisipasi Peluang The Fed Naikkan Bunga Oktober Menurut data Apptopia, Muse telah mencatat 2,8 juta unduhan dalam 12 hari pertama peluncurannya. Sebagai perbandingan, ChatGPT mencatat sekitar 1,3 juta unduhan dalam periode awal yang sama berdasarkan metrik yang digunakan dalam laporan tersebut. Antusiasme terhadap Muse juga ikut mengangkat saham perusahaan teknologi lain. Pada perdagangan sebelumnya, saham AMD dan Intel turut menguat, dengan AMD untuk pertama kalinya menembus kapitalisasi pasar US$ 1 triliun. Jefferies memperkirakan Muse berpotensi menghasilkan sekitar US$ 10,8 miliar pendapatan tahunan jika mampu mencapai 1 miliar pengguna pada akhir 2027 dan sekitar 3% pengguna beralih ke layanan berbayar. Namun, prospek tersebut masih bergantung pada kemampuan Meta mempertahankan pertumbuhan pengguna dan mengubah penggunaan AI menjadi pendapatan yang berkelanjutan.
Baca Juga: Wall St Dibuka Naik Jumat (18/9), S&P 500 dan Nasdaq Terangkat Penurunan Harga Minyak Perkembangan Muse juga menjadi perhatian karena Meta sebelumnya menghadapi sejumlah tantangan dalam pengembangan model AI Llama 4. Dengan demikian, pergerakan Wall Street kali ini tidak hanya mencerminkan respons terhadap perkembangan geopolitik, tetapi juga menunjukkan kembali kuatnya perhatian investor terhadap potensi monetisasi AI di sektor teknologi. Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News