KONTAN.CO.ID - Indeks utama Wall Street melanjutkan penguatannya pada Jumat (1/5/2026), dengan S&P 500 dan Nasdaq Composite mencetak rekor tertinggi baru. Kenaikan ini didorong oleh momentum dari lonjakan bulanan terbesar dalam beberapa tahun terakhir. Melansir
Reuters, pukul 09.54 waktu setempat, Dow Jones Industrial Average naik 148,14 poin atau 0,30% ke 49.800,28. S&P 500 menguat 40,71 poin atau 0,56% ke 7.249,72, sementara Nasdaq melonjak 193,21 poin atau 0,78% ke 25.085,52.
Baca Juga: Wall Street Dibuka Menguat di Awal Mei Jumat (1/5), Pasar Percaya Laba Masih Solid Sebanyak tujuh dari 11 sektor utama S&P 500 berada di zona hijau, dengan sektor teknologi mencatat kenaikan terbesar hingga 1,5%. Secara bulanan, S&P 500 mencatat kenaikan terbesar sejak November 2020, Nasdaq sejak April 2020, dan Dow Jones sejak November 2024. Sentimen pasar turut terdongkrak setelah laporan media pemerintah Iran menyebut Teheran telah mengirimkan proposal terbaru untuk negosiasi dengan Amerika Serikat (AS) melalui mediator Pakistan. Perdagangan hari Jumat sekaligus menutup pekan padat laporan kinerja perusahaan teknologi besar (Big Tech) dan rilis data ekonomi.
Baca Juga: Erajaya (ERAA) Raup Laba Rp 495,6 Miliar di Kuartal I-2026, Melonjak 133% Analis kini memperkirakan pertumbuhan laba kuartal I untuk S&P 500 mencapai 27,8%, tertinggi sejak kuartal IV-2021, naik dari proyeksi 16,1% pada pekan sebelumnya. Meski demikian, pelaku pasar mulai mencermati apakah reli ini dapat bertahan memasuki bulan Mei, yang secara historis menjadi awal periode yang lebih lemah bagi pasar saham. Sejak 1945 hingga April 2026, S&P 500 rata-rata hanya naik sekitar 2% pada periode Mei–Oktober, dibandingkan kenaikan sekitar 7% pada November–April. Di tengah solidnya kinerja emiten, kekhawatiran mulai muncul terkait besarnya belanja kecerdasan buatan (AI) oleh raksasa teknologi. Selain itu, muncul pula keraguan atas keberlanjutan model bisnis sejumlah perusahaan perangkat lunak, yang mendorong investor melakukan penyesuaian portofolio.
Baca Juga: Chitose (CINT) Raup Laba Rp 1,98 Miliar di Kuartal I-2026, Naik 21% Dari sisi makroekonomi, data terbaru menunjukkan ekonomi Amerika Serikat kembali tumbuh pada kuartal I, namun laju konsumsi rumah tangga melambat. Tingkat tabungan juga menurun, mengindikasikan masyarakat mulai mengandalkan tabungan untuk menopang pengeluaran. Di sisi lain, gangguan pengiriman melalui Selat Hormuz akibat konflik Timur Tengah berpotensi meningkatkan harga minyak dan menekan perekonomian global. Dari sisi saham individu, Apple melonjak 4,8% setelah proyeksi penjualan yang kuat didorong permintaan iPhone 17 dan MacBook Neo.
Baca Juga: Laba Bersih Timah (TINS) Tembus Rp 1,5 Triliun pada Kuartal I-2026 Saham sektor energi seperti Exxon Mobil dan Chevron bergerak relatif datar meski mencatat laba kuartalan di atas ekspektasi. Sementara itu, saham perangkat lunak menguat setelah Atlassian menaikkan proyeksi tahunan. Sahamnya melonjak 27,7%, diikuti Salesforce dan ServiceNow yang masing-masing naik lebih dari 1%. Di sisi lain, Roblox anjlok 18,4% setelah memangkas proyeksi pemesanan tahunan, sementara Reddit melonjak 7,8% berkat prospek pendapatan yang positif. Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News