Nasib Man City Makin Tak Pasti, Pengacara Sebut Banding Bakal Sulit Menang



KONTAN.CO.ID - Nasib Manchester City dalam kasus 115 pelanggaran aturan finansial Premier League semakin dekat ke kemungkinan terburuk.

Manchester City sebelumnya dinyatakan bersalah atas pelanggaran aturan finansial yang terjadi dalam periode 2009-10 hingga 2017-18.

Klub jelas membantah tuduhan tersebut dan menyatakan memiliki bukti yang tidak terbantahkan untuk membalikkan keputusan.


Kini, proses banding tengah berjalan. Namun, pengacara olahraga James Severn justru menilai Manchester City memiliki sejumlah hambatan besar jika ingin memenangkan banding tersebut.

Baca Juga: Bedah Kasus Manchester City vs Chelsea, Mengapa Hukuman Keduanya Berbeda?

Banding Manchester City Bakal Sulit

Berbicara kepada BBC Sport, James Severn mengatakan Manchester City harus memenuhi sejumlah persyaratan penting jika ingin membatalkan putusan sebelumnya.

Menurutnya, klub harus mampu menunjukkan adanya kesalahan material dalam penerapan hukum, prinsip atau fakta yang berdampak langsung terhadap keputusan komisi.

"Manchester City harus mengidentifikasi kesalahan material dalam hukum, prinsip atau fakta, atau ketidakadilan prosedural serius yang secara material memengaruhi keputusan Komisi," kata Severn.

Dengan begitu, Manchester City tidak cukup hanya menyatakan bahwa klub tidak setuju dengan keputusan tersebut. City harus menunjukkan adanya kesalahan yang benar-benar berpengaruh terhadap putusan komisi.

Dewan Banding dapat menerima atau menolak banding, mengubah keputusan sebelumnya, maupun mengambil keputusan lain yang dianggap sesuai.

Baca Juga: PM Inggris Terseret Kasus Manchester City, Kerja Sama Masa Lalu Jadi Sorotan

Bukti Keuangan Bisa Jadi Senjata Manchester City

Manchester City sebelumnya menyatakan memiliki "irrefutable evidence" atau bukti yang tidak terbantahkan untuk menunjukkan bahwa putusan terhadap klub mengandung kesalahan material.

Salah satu bagian penting dalam pembelaan tersebut berkaitan dengan asal-usul dana yang dipermasalahkan dalam kasus finansial.

Severn menyebut rekening bank, catatan pemerintah dan dokumen pembayaran yang dibuat pada saat transaksi berlangsung dapat menjadi bukti kuat bagi Manchester City.

"Rekening bank, catatan pemerintah dan dokumen pembayaran yang dibuat pada saat itu dapat menjadi bukti kuat jika semuanya menunjukkan jejak audit yang jelas bahwa dana yang dipermasalahkan berasal dari pemerintah Abu Dhabi dan bukan dari pemilik," ujar Severn.

Bukti tersebut berpotensi membantu Manchester City jika mampu memperkuat argumen klub mengenai sumber dana yang dipersoalkan.

Baca Juga: Manchester City Klaim Punya Bukti Kuat, Siap Lawan Putusan Premier League

Bukti Manchester City Juga Bisa Jadi Masalah

Menurut Severn, persoalannya adalah apakah bukti-bukti tersebut sudah pernah dipertimbangkan oleh komisi ketika membuat keputusan.

"Namun, jika bukti tersebut sebelumnya sudah berada di hadapan Komisi, yang tetap menyimpulkan bahwa pengaturan tersebut merupakan rekayasa, Manchester City akan menghadapi perjuangan berat untuk menunjukkan bahwa temuan tersebut secara material salah," katanya.

Keberadaan bukti baru saja belum tentu cukup untuk membuat Manchester City memenangkan banding.

The Citizens harus menunjukkan bahwa bukti tersebut dapat membuktikan adanya kesalahan material dalam putusan yang sebelumnya telah dibuat.

Baca Juga: Kisah Rui Pinto, Hacker di Balik Terbongkarnya Kasus Manchester City