Natal, beban puncak listrik Jawa Bali 20.433 MW



JAKARTA. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan mengunjungi kantor PT PLN Pusat Pengatur Beban Jawa Bali (PLN P2B) atau biasa dikenal Gardu Induk Tegangan Ekstra Tinggi (GITET) Gandul, Depok, Jawa Barat, Sabtu (24/12) guna memastikan keamanan pasokan listrik menjelang Natal dan tahun Baru.

Salah satu tugas PLN P2B adalah mengoperasikan sistem tenaga listrik dan mengelola jual-beli tenaga listrik tegangan tinggi sistem Jawa-Bali.

Daya mampu pasok pembangkit nasional sebesar 39.778 MW dan beban puncak sebesar 29.272 MW sehingga masih terdapat cadangan daya sebesar 10.506 MW. Sehingga, kondisi sistem kelistrikan nasional pada periode H-3 Natal 2016 sampai dengan H+7 Tahun Baru 2017 dalam kondisi cukup.


“Secara nasional, rata-rata kalau hari besar yang panjang, misalnya Natal dan Tahun baru itu konsumsi listrik secara keseluruhan turun karena banyak industri yang libur. Secara umum, listrik tidak ada masalah," kata Menteri Jonan dalam rilis Kementerian ESDM (24/12).

Pada kunjungan ke Gardu Gandul tersebut, PLN menyampaikan bahwa daya pembangkit sistem Jawa Bali pada periode Natal 2016 dan Tahun Baru 2017 sekitar 33.153 MW.

Sedangkan perkiraan beban puncak Natal 2016 sebesar 20.433 MW dan beban puncak Tahun Baru 2017 sebesar 18.903 MW. "Gardu induk yang menjadi pusat pengatur beban dalam sistem pengoperasian Jawa dan Bali dipastikan aman menghadapi hari libur," ujar Nasri Sebayang, Direktur Bisnis Regional Jawa Bagian Tengah sekaligus Pembina Sistem Operasi Jawa Bali, PLN ..

Selama liburan Natal 2016 dan Tahun Baru 2017 PLN di beberapa wilayah dalam kondisi siaga, yakni di Kepri, Batam, Belitung, Kalbar, Kalselteng, Kendari, Jayapura, Sorong, dan Kupang. Yang dimaksud kondisi sistem siaga adalah tidak ada pemadaman, cadangan operasi kurang dari unit pembangkit terbesar pada sistem di wilayah tersebut.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Adi Wikanto