Natal tiba, transaksi kartu kredit bakal melonjak



JAKARTA. Libur Natal dan tahun baru selalu mendatangkan berkah bagi bank. Di peak season itu, masyarakat menghabiskan waktu dengan berbelanja dan plesiran. Transaksi kartu debit dan kredit ikut melonjak.

Prinsipal kartu kredit dan debit melihat, akhir tahun sebagai momentum menggeber transaksi. "Akhir tahun waktu yang tepat bagi pemegang kartu MasterCard memanjakan diri mereka dengan berbagai diskon," terang Matthew Driver, Division President Asia Tenggara, MasterCard Worldwide. Tahun ini MasterCard menggandeng Pacific Place.

Penerbit kartu kredit tak mau kalah. Bank Mandiri misalnya, menargetkan transaksi menggunakan kartu plastik itu meningkat 20% dari rata-rata bulan sebelumnya. "Di peak season banyak orang menggesek kartu, sehingga transaksi cenderung meningkat," kata Handayani, SVP Consumer Card Mandiri, Selasa (6/12).


Untuk menggapai target tersebut, Mandiri memperbanyak program diskon dan memperluas kerjasama dengan peritel. Yang terbaru, manajemen menggandeng restoran cepat saji Kentucky Fried Chicken (KFC). Pemilik kartu debit dan kredit bisa berbelanja di 420 gerai KFC atau melalui layanan antar (delivery).

Dari kerjasama ini, bank berlogo pita kuning biru itu mengincar transaksi Rp 20 miliar. "Restoran cepat saji kian menjamur. Mereka butuh layanan cepat, salah satunya pemakaian uang plastik untuk transaksi," kata Handayani. Per November lalu, terdapat 2 juta kartu kredit Mandiri. Nilai transaksinya Rp 13 triliun atau tumbuh lebih dari 20% dibandingkan periode yang sama 2010.

Jumlah pemegang kartu debit mencapai 8,7 juta. Volume transaksinya 22,6 juta kali, meningkat 33%. Nilai transaksi mencapai lebih dari Rp 12,3 triliun, tumbuh 64%.

Bank Mandiri menargetkan transaksi kartu kredit mencapai Rp 15,5 triliun pada akhir tahun. "Kami agresif ke kartu kredit gold dan platinum, karena fokus pada segmen upper class," kata Handayani. Adapun non performing loan (NPL) mencapai 2,5%

Bank Rakyat Indonesia (BRI) lebih fokus meningkatkan volume transaksi. Muhamad Helmi, General Manager Kartu Kredit BRI menegaskan, bank tak memiliki waktu lagi menambah jumlah kartu. "Untuk penambahan jumlah kartu membutuhkan waktu, tidak akan terkejar dengan sisa waktu sebulan," katanya.

Saat ini jumlah terdapat 450.000 kartu kredit, tumbuh sekitar 22% (yoy). Total transaksi Rp 200 miliar perbulan dan diprediksi akan meningkat 20% di Desember ini.

BRI masih cukup nyaman dengan komposisi kartu standar 50%, kartu gold 30% sedangkan kartu platinum 15%. BRI tetap menjaga segmen medium karena peminatnya masih tinggi. "Pada pengajuan kartu kredit kami seleksi dan setiap bulan ada evaluasi," kata Helmi. Saat ini NPL kartu kredit BRI sebesar 3%

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Ruisa Khoiriyah