NATO Kerahkan Pesawat Patroli dan Drone ke Laut Hitam Usai Serangan Kapal



KONTAN.CO.ID - BRUSSELS. NATO akan memperkuat pengawasan keamanan di Laut Hitam dengan mengerahkan lebih banyak pesawat patroli maritim, sistem radar, dan drone. Langkah ini diambil menyusul serangkaian serangan drone mematikan terhadap kapal-kapal di kawasan tersebut yang diduga berkaitan dengan perang Rusia dan Ukraina.

Pengumuman tersebut disampaikan pada Selasa (20/10/2026), setelah Dewan Atlantik Utara (North Atlantic Council), badan pengambil keputusan utama NATO, membahas situasi keamanan Laut Hitam di markas aliansi tersebut di Brussels.

Selain penambahan pesawat, drone, dan sistem radar, negara-negara anggota NATO juga telah mengirimkan atau akan mengirimkan personel intelijen serta tim untuk melakukan analisis forensik terhadap bahan peledak.


Juru bicara militer NATO dari Angkatan Darat Amerika Serikat, Kolonel Martin L. O'Donnell, menyampaikan langkah-langkah tersebut sebagai bagian dari upaya memperkuat pengawasan dan keamanan di kawasan Laut Hitam.

Baca Juga: Menteri Keuangan APEC Sepakat Perkuat Koordinasi Hadapi Risiko Ekonomi Global

NATO belum mengaitkan rangkaian serangan terbaru tersebut dengan negara tertentu. Namun, sejumlah analis militer menilai Rusia hampir pasti berada di balik serangan itu, meskipun Moskow belum mengakui bertanggung jawab.

Serangan Drone Picu Kekhawatiran Keamanan Laut Hitam

Pekan lalu, tujuh pelaut dilaporkan hilang setelah drone menyerang dua kapal tanker kimia di dekat pesisir Laut Hitam Rumania. Serangan tersebut menyebabkan kedua kapal terbakar dan kembali memicu kekhawatiran mengenai keamanan jalur pelayaran strategis yang digunakan Ukraina.

Dalam kurun waktu 10 hari sebelumnya, sedikitnya lima kapal kargo lainnya juga terkena serangan di dekat pesisir Rumania dan Bulgaria, yang merupakan anggota NATO.

Sedikitnya 23 pelaut dilaporkan hilang atau meninggal dunia akibat serangkaian insiden tersebut. Serangan terhadap kapal-kapal sipil ini meningkatkan perhatian terhadap risiko keamanan maritim di kawasan yang menjadi jalur penting bagi aktivitas perdagangan dan pelayaran.

Baca Juga: Harga Minyak Dunia Naik Lebih dari 1%, Brent Tembus US$ 110 per Barel

Situasi tersebut juga menjadi tantangan bagi NATO dalam menjaga keamanan wilayah di sekitar negara-negara anggotanya yang berbatasan dengan Laut Hitam.

NATO Perkuat Pertahanan di Sisi Timur

Juru bicara utama NATO, Allison Hart, mengatakan aliansi tersebut telah meningkatkan kesiapsiagaan pertahanan di sisi timurnya, termasuk melalui penggunaan teknologi untuk menghadapi ancaman drone.

"NATO telah memperkuat postur pertahanan kami di sepanjang sisi timur, termasuk dengan kemampuan untuk menghadapi drone," kata Hart dalam unggahan di platform X.

Ia menegaskan NATO akan terus menjaga persatuan dan meningkatkan kesiapan untuk menghadapi berbagai ancaman keamanan.

"Kami akan terus berdiri bersatu dan memastikan bahwa kami siap serta mampu menghadapi ancaman apa pun dan menjaga keselamatan satu miliar penduduk kami," ujarnya.