NATO Optimistis Pendanaan Bantuan Militer Ukraina Tercapai Meski Beban Belum Merata



KONTAN.CO.ID - BRUSSELS. NATO tetap optimistis mampu memenuhi pendanaan bantuan pertahanan untuk Ukraina hingga akhir tahun ini, meski pembagian beban antarnegara anggota masih belum merata.

Sekretaris Jenderal NATO, Mark Rutte, menyampaikan keyakinan tersebut usai pertemuan Ukraine Defence Contact Group di Berlin, Rabu (15/4/2026). 

Ia menegaskan mekanisme Prioritised Ukraine Requirements List (PURL) menjadi instrumen utama untuk memastikan kebutuhan militer Ukraina terpenuhi. “Saya optimistis,” ujar Rutte.


Baca Juga: Investasi Dana Pensiun di Saham Capai Rp 24,66 Triliun per Oktober 2025

Menurutnya, komitmen negara-negara anggota NATO untuk mendukung Ukraina masih kuat, terutama dalam memastikan Kyiv memiliki sumber daya yang cukup untuk mempertahankan diri di tengah konflik yang berlangsung.

Namun, Rutte juga mengakui kontribusi antaranggota masih timpang. Sejumlah kecil negara disebut masih menanggung porsi terbesar bantuan, sementara negara lain belum berkontribusi secara seimbang.

Meski begitu, ia melihat adanya perbaikan dalam pembagian beban tersebut.

Baca Juga: Ukraina Sebut Pasukan Korea Utara Kendalikan Drone Mata-mata di Atas Wilayahnya

“Sejumlah negara memang masih melakukan upaya terbesar, tetapi kami mulai melihat perubahan ke arah yang lebih baik,” katanya.

Rutte menekankan, ada kesepakatan luas di antara negara-negara di kedua sisi Atlantik bahwa Ukraina harus terus didukung.

NATO pun berupaya memastikan seluruh kebutuhan pertahanan Ukraina dapat terpenuhi agar tetap mampu bertahan dalam konflik.