Naturgy jual pabrik di Cili senilai US$ 3 miliar



KONTAN.CO.ID - MADRID. Perusahaan energi asal Spanyol Naturgy menyepakati penjualan pabriknya di Cili kepada China State Grid International Development senilai 2,57 miliar Euro atau setara US$ 3,04 miliar. 

Saham Naturgy yang melonjak 5,9% pascapengumuman rencana ini menjelaskan dari transaksi tersebut perusahaan bakal mendapat pendapatan sebelum pajak 400 juta Euro. 

Santander dan BBVA bakal jadi penasihat keuangan State Grid, sementara Naturgy bakal dibantu Citi.


Baca Juga: Asia bakal punya blok perdagangan terbesar di dunia, China paling diuntungkan?

Melansir Reuters, Minggu (15/11) pendapatan Naturgy telah tergerus akibat pandemi yang memangkas permintaan energi, dan harga gas yang lemah karena produksi yang berlebihan. Meskipun tercatat naik, saham Naturgy sepanjang tahun ini masih anjlok 13%. 

Melego pabrik di Cile disebut Naturgy bakal meringankan beban perusahaan. “Perusahaan yang kurang volatil, stabil, dan sedikit membosankan. Kami tak terburu-buru berinvestasi terhadap keuntungan,” ungkap Chief Executive Fransisco Reynes.

Dikenal sebagai penghasil gas alam, Naturgy pada 2018 memangkas biaya produksi dan memulai operasi di beberapa negara, kini bakal lebih fokus terhadap bisnis energi terbarukan dan pembangkit listrik di negaranya dengan regulasi dan kondisi makroekonomi yang stabil.

Adapun transaksi akan dilakukan secara tunai yang ditargetkan rampung akhir Februari mendatang. Perusahaan Cina di lain pihak memang tengah getol meningkatkan investasinya pada industri di Cili. Mulai dari pertambakan salmon, hingga produksi lithium. 

Baca Juga: China: Telah ditemukan virus corona pada produk daging beku dari berbagai negara

Meningkatnya pengaruh Cina di Amerika Latin di lain pihak juga bikin AS geram. Dalam kunjungannya pekan ini, Pemerintah AS mengancam agar Cili, dan Brasil misalnya menolak investasi telekomunikasi 5G dari Cina lantaran kekhawatiran soal aksi mata-mata Cina. Cina membantah hal ini.

Selanjutnya: Ini kemampuan sistem pertahanan udara Iron Dome Israel yang bikin AS kepincut

Editor: Tendi Mahadi