JAKARTA. Mantan Bendahara Umum Partai Demokrat Muhammad Nazaruddin ternyata berniat membeli saham PT Bank Mandiri Tbk. Namun niat tersebut urung dilaksanakan dan Nazaruddin malah membeli saham PT Garuda Indonesia Tbk sebesar Rp 300 miliar. Hal tersebut diungkapkan mantan Direktur Keuangan Permai Group Yulianis saat bersaksi dalam persidangan kasus dugaan penerimaan gratifikasi terkait proyek Hambalang dan proyek-proyek lainnya dengan terdakwa Anas Urbaningrum di pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), Jakarta, Senin (18/8). Menurut Yulianis, keinginan Nazar untuk membeli saham PT Bank Mandiri Tbk belum disetujui oleh istri Nazar, Neneng Sri Wahyuni, hingga akhirnya Initial Public Offering (IPO) PT Bank Mandiri Tbk ditutup.
"Rencana awalnya bukan (membeli) saham Garuda tapi beli saham Mandiri. Tapi karena telat, karena Neneng juga masih belum setuju waktu itu. Akhirnya IPO Mandiri ditutup jadinya yang dibuka lagi IPO Garuda," kata Yulianis. Lebih lanjut menurut Yulianis, sebenarnya niatan membeli saham PT Bank Mandiri Tbk tersebut juga telah dikomunikasikan dengan Direktur Mandiri Sekuritas, Hari Sukoyo. Namun, pembelian batal dilakukan. Yulianis pun membantah pembelian saham PT Garuda Indonesia Tbk yang akhirnya dibeli Nazar sebesar Rp 300 miliar menggunakan uang Anas Urbaningrum seperti yang terdapat dalam Berita Acara Pemeriksaan (BAP) milik Nazar.