KONTAN.CO.ID - SEOUL. Penurunan jumlah penduduk laki-laki terjadi di Korea Selatan. Hal ini terindikasi dari penurunan jumlah peserta wajib militer. Jumlah personel militer atau tentara aktif Korea Selatan menyusut 20 persen dalam enam tahun terakhir, menjadi sekitar 450.000 tentara. Penurunan ini sebagian besar dipicu oleh merosotnya jumlah pria usia wajib militer, di tengah angka kelahiran yang menjadi yang terendah di dunia. Dalam laporan yang dirilis Minggu (10/8/2025), Kementerian Pertahanan Korea Selatan menyebut berkurangnya populasi pria berdampak pada kekurangan perwira dan berpotensi menimbulkan kendala operasional jika tren ini terus berlanjut. Laporan tersebut disampaikan kepada anggota parlemen Partai Demokrat yang berkuasa, Choo Mi-ae, sebelum dirilis oleh kantornya.
Negara Ini Terancam Krisis Penduduk Laki-Laki
KONTAN.CO.ID - SEOUL. Penurunan jumlah penduduk laki-laki terjadi di Korea Selatan. Hal ini terindikasi dari penurunan jumlah peserta wajib militer. Jumlah personel militer atau tentara aktif Korea Selatan menyusut 20 persen dalam enam tahun terakhir, menjadi sekitar 450.000 tentara. Penurunan ini sebagian besar dipicu oleh merosotnya jumlah pria usia wajib militer, di tengah angka kelahiran yang menjadi yang terendah di dunia. Dalam laporan yang dirilis Minggu (10/8/2025), Kementerian Pertahanan Korea Selatan menyebut berkurangnya populasi pria berdampak pada kekurangan perwira dan berpotensi menimbulkan kendala operasional jika tren ini terus berlanjut. Laporan tersebut disampaikan kepada anggota parlemen Partai Demokrat yang berkuasa, Choo Mi-ae, sebelum dirilis oleh kantornya.
TAG: