Negeri Kaya Minyak Ini Krisis BBM, Warga Wajib Pakai Transportasi Umum & WFH



KONTAN.CO.ID - Pemerintah Iran resmi mengambil langkah darurat dengan memangkas jam kerja kantor pemerintah menjadi lima jam sehari, yakni dari pukul 08.00 pagi hingga pukul 13.00 waktu setempat, mulai Rabu (23/9/2026). Kebijakan drastis ini diterapkan di tengah kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) yang parah serta tekanan ekonomi yang semakin meningkat akibat konflik geopolitik.

Berdasarkan laporan dari media internasional Al Jazeera, sisa jam kerja pegawai akan diselesaikan melalui metode kerja jarak jauh (remote working). Langkah ini menjadi bagian dari strategi mitigasi nasional untuk menekan konsumsi energi yang melonjak di tengah berbagai tantangan eksternal yang dihadapi negara tersebut.

Baca Juga: Senator Partai Republik Desak Investigasi Bisnis Keluarga Trump dan Dana Pernikahan


Rincian Kebijakan Penghematan Energi dan Transportasi Publik

Untuk memaksimalkan efisiensi energi, pemerintah Iran memberlakukan serangkaian aturan ketat yang melibatkan berbagai sektor publik:

  • Penggunaan Transportasi Umum Wajib: Seluruh karyawan, manajer, hingga instansi pemerintah diwajibkan menggunakan transportasi umum setidaknya sehari dalam sepekan. Sebagai bentuk dukungan, para menteri kabinet turut merilis video yang menunjukkan diri mereka berangkat kerja menggunakan fasilitas metro.
  • Transportasi Massal Gratis: Sistem metro dan bus rapid transit (BRT) digratiskan bagi masyarakat hingga pertengahan November. Kebijakan ini diambil untuk mendorong warga agar meninggalkan kendaraan pribadi di rumah.
  • Modernisasi Armada Kendaraan: Pemerintah berencana mengganti kendaraan operasional yang sudah usang dengan alternatif ramah lingkungan, seperti kendaraan bertenaga listrik, gas, atau hibrida. Kendati demikian, program ini diperkirakan membutuhkan waktu bertahun-tahun untuk diimplementasikan secara menyeluruh.
  • Pembatasan Fasilitas Gedung: Kantor-kantor pemerintah diwajibkan mematikan sistem pemanas dan lampu setelah jam kerja usai. Selain itu, operasional universitas dibuka secara bertahap dan sebagian kegiatan pembelajaran dialihkan secara daring.
Tonton: Harga BBM Potensi Naik, Pasokan Listrik Minim, Ini Penjelasan Menteri Bahlil

Akar Masalah: Defisit Pasokan BBM dan Tekanan Geopolitik

Krisis energi di Iran semakin memburuk akibat kombinasi tekanan perang dengan Amerika Serikat dan Israel, blokade laut, serta pemboman fasilitas energi strategis. Berdasarkan data resmi pasokan energi, defisiensi bensin harian saat ini telah mencapai angka 10 juta liter. Tercatat bahwa kapasitas produksi nasional berada di angka 122 juta liter per hari, sementara tingkat konsumsi masyarakat melonjak hingga 132 juta liter per hari.

Presiden Iran, Masoud Pezeshkian, sebelumnya telah menandatangani arahan khusus pada 12 September lalu untuk memfasilitasi kerja jarak jauh guna menghemat biaya energi nasional. Dalam keterangannya, beliau menegaskan komitmen pemerintah dalam menghadapi krisis ini:

“Kami telah memulai penghematan konsumsi bersama pemerintah,” ujar Pezeshkian, dikutip dari Al Jazeera.

Hingga saat ini, pemerintah belum merilis informasi mendetail mengenai jumlah pasti pekerja yang terdampak langsung oleh arahan kerja jarak jauh ini, maupun strategi spesifik untuk menjaga produktivitas dan efisiensi kerja di sektor pemerintahan.

Sumber: https://internasional.kompas.com/read/2026/09/22/163000670/bbm-langka-iran-pangkas-jam-kerja-dan-perluas-wfh-hingga-2027?page=all#page2.   

BREAKING NEWS! KPK BONGKAR KORUPSI DI BOLAANG MONGONDOW UTARA
© 2026 Konten oleh Kontan
TAG: