Negosiasi AS – Iran Gagal, Begini Prospek Harga Emas Sepekan ke Depan



KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Perundingan antara Amerika Serikat (AS) dan Iran berakhir tanpa kesepakatan. Pasca hal itu terjadi, harga logam mulia diproyeksikan kembali meningkat.

Setelah perundingan gagal, Analis Mata Uang dan Komoditas, Ibrahim Assuaibi memperkirakan dalam jeda dua minggu ini baik AS–Israel maupun Iran akan melakukan konsolidasi. Potensi perang terbuka juga bisa kembali terjadi.

“Kalau memang benar-benar terjadi perang terbuka, ini akan membantu naiknya harga emas,” kata Ibrahim, Minggu (12/4/2026).


Ibrahim menambahkan, jika Iran kembali menutup Selat Hormuz, maka harga minyak dunia akan naik, indeks dolar menguat, dan inflasi tinggi. Jika hal itu terjadi, bank sentral global kemungkinan akan mempertahankan suku bunga dan/atau menaikkan suku bunga.

Adapun, dalam sepekan ke depan apabila harga emas dunia terkoreksi, Ibrahim memproyeksikan support pertama di US$ 4.638 per troy ons dan logam mulia di Rp 2.840.000 per gram.

Baca Juga: Peluang Cuan Dividen Masih Terbuka, Analis Soroti Beberapa Saham Berikut

Jika terkoreksi kembali, support kedua harga emas dunia diperkirakan di level US$ 4.358 per troy ons, dan harga logam mulianya kemungkinan besar di Rp 2.780.000 per gram.

Namun, kalau seandainya harganya naik, resistance pertama harga emas dunia di level US$ 4.897 per troy ons, dan harga logam mulia di Rp 2.880.000 per gram.

Jika kembali menguat, dalam sepekan ke depan harga emas dunia kemungkinan akan melompat di atas US$ 5.000 per troy ons yaitu di US$ 5.138 per troy ons dan logam mulianya di Rp 3.100.000 per gram.

“Jadi ada kemungkinan besar (logam mulia) ke Rp 3.100.000 per gram,” ucap Ibrahim.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News