KONTAN.CO.ID - WASHINGTON. Ketegangan geopolitik di Timur Tengah kembali mengguncang pasar global. Di tengah eskalasi konflik Iran–Israel yang telah berlangsung 25 hari, Presiden AS Donald Trump mengklaim adanya sinyal positif dari Iran berupa “hadiah” bernilai besar sebagai bentuk itikad baik dalam negosiasi. Mengutip Bloomberg (25/3), meski tidak merinci bentuknya, Trump menyebut “hadiah” tersebut berkaitan dengan kelancaran arus energi di Selat Hormuz, jalur vital yang mengalirkan sekitar seperlima pasokan minyak dunia. Pernyataan ini langsung memicu optimisme pasar, meski situasi di lapangan menunjukkan arah yang bertolak belakang. Di satu sisi, Washington mengklaim tengah membuka jalur diplomasi. Trump menyebut sejumlah pejabat tinggi, mulai dari utusan khusus hingga Menteri Luar Negeri, terlibat dalam pembicaraan dengan Teheran. Namun di sisi lain, Pentagon justru meningkatkan kehadiran militer dengan mengirim sekitar 2.000 pasukan tambahan ke kawasan, menegaskan bahwa opsi eskalasi tetap terbuka.
Negosiasi AS–Iran Bayangi Volatilitas Minyak
KONTAN.CO.ID - WASHINGTON. Ketegangan geopolitik di Timur Tengah kembali mengguncang pasar global. Di tengah eskalasi konflik Iran–Israel yang telah berlangsung 25 hari, Presiden AS Donald Trump mengklaim adanya sinyal positif dari Iran berupa “hadiah” bernilai besar sebagai bentuk itikad baik dalam negosiasi. Mengutip Bloomberg (25/3), meski tidak merinci bentuknya, Trump menyebut “hadiah” tersebut berkaitan dengan kelancaran arus energi di Selat Hormuz, jalur vital yang mengalirkan sekitar seperlima pasokan minyak dunia. Pernyataan ini langsung memicu optimisme pasar, meski situasi di lapangan menunjukkan arah yang bertolak belakang. Di satu sisi, Washington mengklaim tengah membuka jalur diplomasi. Trump menyebut sejumlah pejabat tinggi, mulai dari utusan khusus hingga Menteri Luar Negeri, terlibat dalam pembicaraan dengan Teheran. Namun di sisi lain, Pentagon justru meningkatkan kehadiran militer dengan mengirim sekitar 2.000 pasukan tambahan ke kawasan, menegaskan bahwa opsi eskalasi tetap terbuka.
TAG: