KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat akhirnya menunjukkan titik terang. Dalam putaran ketiga negosiasi tidak langsung yang digelar di Geneva, kedua delegasi dikabarkan membuat kemajuan signifikan yang menggembirakan. Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi seperti dikutip kantor berita IRNA menyebut, pertemuan kali ini sebagai yang paling serius dan paling panjang dibandingkan sebelumnya. Menurutnya, tingkat keseriusan kedua pihak jauh lebih terlihat dibandingkan putaran-putaran terdahulu. Baca Juga: Masa Depan Nuklir Iran: Sanksi Dicabut atau Konflik Meledak?
12 Jet Tempur F-22 AS Mendarat di Israel, Ancaman Militer AS Meningkat!
© 2026 Konten oleh Kontan
Sanksi vs Pengayaan Uranium
Isu utama tetap berkisar pada dua hal: pencabutan sanksi dan program nuklir. Iran menegaskan ekspektasinya sangat jelas: pencabutan sanksi ekonomi dari Amerika Serikat dan Barat. Selama bertahun-tahun, sanksi AS telah menekan ekonomi Iran secara ekstrem. Di sisi lain, Washington menuntut Iran menghentikan seluruh pengayaan uranium. Bagi AS, pengayaan uranium berpotensi membuka jalan menuju pengembangan senjata nuklir sekaligus kekuatan baru di Timur Tengah. Baca Juga: Harga Minyak Turun Setelah Lonjakan Persediaan AS, Pasar Tunggu Hasil Nuklir Iran Iran membantah ingin membangun bom nuklir dan menyatakan bersedia menunjukkan fleksibilitas atas tuntutan Amerika ini. Bahkan Presiden Iran, Masoud Pezeshkian, menegaskan bahwa Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei telah melarang senjata pemusnah massal melalui fatwa sejak awal 2000-an. Namun, pemerintahan Presiden Donald Trump tetap tidak percaya dan memasukkan isu program rudal balistik Iran dan dukungannya terhadap kelompok bersenjata regional sebagai bagian dari negosiasi. Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio bahkan menyebut penolakan Iran membahas rudal sebagai masalah besar.Ancaman Serangan Militer
Negosiasi ini berlangsung di tengah ketegangan militer yang nyata. AS telah meningkatkan kehadiran militernya di kawasan Timur Tengah, termasuk pengerahan jet tempur dan kapal induk yang disebut mengerahkan lebih dari 50% kekuatan militer AS di luar negeri. Trump sebelumnya memberi tenggat 10–15 hari bagi Iran untuk mencapai kesepakatan, dengan peringatan akan terjadi hal-hal sangat buruk jika perundingan gagal.Iran Segera Beli Rudal Supersonik China, Ancaman Baru untuk Kapal Induk AS!
© 2026 Konten oleh Kontan