KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat neraca perdagangan Indonesia mengalami defisit sebesar US$ 1,61 miliar pada Mei 2026. Kondisi ini berbalik dari neraca perdagangan di April 2026 yang masih mencatat surplus sebesar US$ 89,1 juta. Defisit tersebut menjadi yang pertama setelah Indonesia membukukan surplus neraca perdagangan selama 72 bulan berturut-turut. Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Ateng Hartono, mengatakan defisit neraca perdagangan pada Mei 2026 terutama dipicu oleh besarnya defisit pada sektor migas.
Neraca Dagang Defisit US$ 1,61 Miliar pada Mei 2026, Perdana Setelah Surplus 72 Bulan
KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat neraca perdagangan Indonesia mengalami defisit sebesar US$ 1,61 miliar pada Mei 2026. Kondisi ini berbalik dari neraca perdagangan di April 2026 yang masih mencatat surplus sebesar US$ 89,1 juta. Defisit tersebut menjadi yang pertama setelah Indonesia membukukan surplus neraca perdagangan selama 72 bulan berturut-turut. Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Ateng Hartono, mengatakan defisit neraca perdagangan pada Mei 2026 terutama dipicu oleh besarnya defisit pada sektor migas.
TAG: