Neraca Perdagangan Diperkirakan Surplus US$ 770 Juta Pada Agustus 2026



KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Neraca perdagangan Indonesia diperkirakan kembali mencatat surplus pada Agustus 2026.

Kepala Ekonom Bank Central Asia (BCA) David Sumual memperkirakan surplus neraca dagang mencapai US$ 770 juta pada Agustus 2026, meningkat dibandingkan surplus pada Juli 2026 yang sebesar US$ 122 juta.

Baca Juga: Pemerintah Siapkan Kebijakan Lapas Overcapacity, Pengguna Narkoba Direhabilitasi


David memperkirakan kinerja neraca perdagangan pada Agustus 2026 ditopang oleh penurunan impor yang lebih dalam dibandingkan ekspor. Ekspor diproyeksikan tumbuh 1,18% secara tahunan (year on year/yoy), namun turun 3,76% secara bulanan (month to month/mtm).

Sementara itu, impor diperkirakan masih tumbuh tinggi secara tahunan sebesar 26,71% yoy, tetapi mengalami kontraksi 6,26% yoy.

“Neraca perdagangan Indonesia diperkirakan membaik seiring impor yang turun lebih tajam dibandingkan ekspor," ujar David kepada Kontan, Senin (29/9/2026).

Selain dari sisi volume perdagangan, perbaikan neraca dagang juga dipengaruhi oleh perkembangan harga komoditas. David mencatat harga sejumlah komoditas ekspor Indonesia meningkat lebih tinggi dibandingkan komoditas impor.

Kondisi tersebut terutama didorong oleh kenaikan harga batu bara, crude palm oil (CPO), serta sejumlah komoditas logam. Kenaikan harga komoditas ekspor ini memberikan tambahan dukungan terhadap kinerja neraca perdagangan dari sisi harga.

Baca Juga: Perubahan Demografi Perlu Diimbangi Ketersediaan Lapangan Kerja Memadai

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News