KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Nestle Indonesia menggandeng ribuan mahasiswa untuk mencari solusi atas persoalan kemasan berkelanjutan melalui ajang #GreenGeneration Sustainability Business Case Competition. Program ini diarahkan untuk menjembatani kesenjangan antara potensi daur ulang kemasan dan realitas pengelolaan sampah pasca-konsumsi di Indonesia. Berdasarkan data Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional (SIPSN), Indonesia menghasilkan lebih dari 37 juta ton sampah per tahun, dengan kemasan plastik menyumbang sekitar 19% dari total timbulan nasional. Namun tingkat daur ulang baru sekitar 14% dan sekitar 40% sampah masih belum terkelola secara optimal. Kondisi ini diperparah oleh rendahnya pemilahan sampah di tingkat rumah tangga, di mana sekitar 58% rumah tangga belum melakukan pemilahan secara konsisten.
Kompetisi ini dirancang untuk mendorong mahasiswa dari berbagai disiplin ilmu menghadirkan solusi berbasis riset yang relevan dengan tantangan nasional, mulai dari desain kemasan, penguatan sistem pengelolaan, hingga peningkatan partisipasi masyarakat.
Baca Juga: Nestle Teken Komitmen Halal, Dukung Sertifikasi 5.000 UMKM Puncak kompetisi digelar pada 16 Februari 2026 melalui presentasi final secara luring di hadapan dewan juri dari sektor pengelolaan sampah, industri, dan organisasi produsen kemasan. Technical Director Nestle Indonesia, Antonio Prochilo, menyatakan bahwa inisiatif ini menjadi bagian dari upaya perusahaan dalam merealisasikan peta jalan keberlanjutan. Ia menilai ide-ide mahasiswa tidak hanya memperkaya perspektif perusahaan, tetapi juga mendorong pengembangan solusi yang aplikatif dan berdampak nyata. "Nestle Indonesia terus berkomitmen dalam menciptakan nilai bersama serta merealisasikan komitmen peta jalan keberlanjutan kami. Hal yang paling menginspirasi kami saat ini adalah melihat semangat dan pemikiran kritis para mahasiswa yang selaras dengan tujuan kami,"ujarnya dalam keterangan resmi, Selasa (24/2/2026). Lebih dari 3.600 mahasiswa yang tergabung dalam 1.355 tim mengikuti proses seleksi dengan penilaian pada kualitas ide, relevansi terhadap tantangan pengelolaan sampah nasional, serta potensi implementasi. Dari jumlah tersebut, terpilih 20 tim finalis sebelum akhirnya disaring menjadi lima tim terbaik yang mempresentasikan solusi mereka pada babak final.
Baca Juga: Produsen Wajib Mengelola Sampah Melalui EPR, Perpres Bakal Terbit Tahun 2026 Founder & CEO Waste4Change, M. Bijaksana Junerosano, menilai keterlibatan generasi muda menjadi krusial karena persoalan lingkungan bersifat sistemik dan membutuhkan pendekatan lintas sektor. Menurutnya, kolaborasi antara dunia pendidikan, industri, dan pemerintah membuka peluang lahirnya solusi yang lebih kontekstual dan dapat diterapkan di lapangan. "Keterlibatan generasi muda dalam menjawab tantangan pengelolaan sampah menjadi semakin krusial, mengingat sebagian besar persoalan lingkungan saat ini bersifat sistemik dan membutuhkan pendekatan lintas sektor," ujarnya. Salah satu tim pemenang menyebut kompetisi ini memperluas pemahaman mereka terhadap kompleksitas persoalan sampah di Indonesia. Solusi yang dikembangkan diarahkan pada integrasi inovasi teknologi dengan sistem yang sesuai dengan perilaku masyarakat, sehingga tidak hanya inovatif, tetapi juga terukur dan siap diimplementasikan. Melalui ajang ini, Nestle Indonesia memberikan apresiasi dan dukungan pengembangan kepada lima tim finalis terbaik. Perusahaan berharap inisiatif tersebut dapat mendorong peran aktif generasi muda dalam menghadirkan inovasi pengelolaan kemasan yang lebih sirkular dan berkelanjutan, sejalan dengan strategi pengurangan plastik dan penerapan prinsip design for recycling
yang tengah dijalankan perusahaan. Baca Juga: Perpres Sampah Terbit, Pelaku Usaha Beri Sinyal Positif Kolaborasi dengan Danantara Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News