Nestle investasikan US$ 100 juta untuk Milo Indonesia



SINGAPURA. Nestle SA, perusahaan makanan terbesar di dunia akan menginvestasikan US$ 100 juta di Indonesia. Dana ini ditujukan untuk pengembangan produk Milo rasa coklat dan penyapihan formula Cerelac. Tujuannya, agar Nestle tetap menjadi pengendali utama pangsa pasar Asia Tenggara.Diharapkan, dari dana ini pembuatan pabrik di Jawa Barat akan siap di akhir 2012 dengan mempekerjakan 300 karyawan. Presiden Direktur Nestle Indonesia Arhad Chaudhry mengatakan dalam satu tahun, Nestle membutuhkan bubuk kakau sekitar 10.000 ton untuk membuat Milo.Chief Financial Officer Jim Singh mengatakan, Nestle mulai Agustus 2010 menaikan target penjualan karena permintaan di negara berkembang naik pesat diatas perkiraan analis sebelumnya. Disini, Nestle akan fokus pada produk nutrisi dan kesehatan.Dalam pemasarannya, Nestle akan meniru keberhasilan penjualan susu formula yang dikemas dalam paket seharga Rp 1.000. Produk ini menyasar konsumen dengan penghasilan antara Rp 800 ribu hingga Rp 1,45 juta per bulan. "Konsumen semakin sadar tentang kebutuhan nutrisi dan gizi," ujar Singh.Susu bubuk seperti Dancow dan Bear Brand menyumbang setengah dari penjualan tahunan Nestle yaitu US$ 1 miliar.Milo dipasarkan di Asia Tenggara sebagai minuman energi dan Nestle Indonesia menjual sekitar 15.000 hingga 20.000 ton per tahun. "Bisnis ini mencatatkan tumbuh 20% per tahun, kata Chaudhry.Saat ini, investasi terbesar Nestle di Indonesia terletak di Kejayan Jawa Timur. Tahun lalu, pabrik susu tersebut diperluas dengan investasi US$ 100 juta. Dalam satu hari, pabrik ini memproses sebanyak 700.000 liter susu yang dibeli dari 33.000 peternak setempat.


Editor: