KONTAN.CO.ID - Nestlé Indonesia menegaskan bahwa seluruh pabrik Nestlé Indonesia tidak terdampak oleh isu penarikan (recall) produk secara global di hampir 50 negara. Menurut perwakilan Nestlé Indonesia yang dihubungi Kontan, seluruh produk yang diproduksi secara lokal dapat dipastikan keamanannya. "Produk impor yang dipasarkan oleh Nestlé Indonesia juga telah memenuhi standar keamanan dan mutu yang berlaku, yang telah dipastikan melalui pengujian yang komprehensif," jelas Nestlé Indonesia.
Dijelaskan pula, Nestlé Indonesia senantiasa berkomitmen untuk menyediakan informasi yang jelas dan transparan kepada para orang tua dan masyarakat luas terkait kasus ini. "Bagi konsumen yang memiliki pertanyaan lebih lanjut, silakan hubungi Nestlé Indonesia Consumer Services melalui nomor bebas pulsa 0800 182 1028, atau melalui alamat surel kami ke nestle.indonesia@id.nestle.com," kata perusahaan. Informasi saja, Nestlé melakukan recall produk secara global setelah susu formula bayi merek SMA, BEBA, dan NAN diduga terkontaminasi zat beracun yang dapat menyebabkan mual dan muntah hebat.
Baca Juga: Transaksi Event Belanja Nasional 2025 Tembus Rp 122,28 Triliun, Mampu Lampaui Target Melansir
USA Today yang mengutip
Reuters, penarikan produk ini mulai dilakukan sejak Desember lalu. Susu formula bayi tersebut dipasarkan di berbagai negara di Eropa, Turki, hingga Argentina, dan diduga mengandung cereulide, racun yang dihasilkan oleh bakteri Bacillus cereus. Nestlé menegaskan hingga saat ini belum ada laporan kasus sakit yang dikaitkan dengan produk yang ditarik tersebut. Berikut daftar negara dan wilayah yang terdampak penarikan susu formula bayi Nestlé: Eropa Austria, Belgia, Bosnia dan Herzegovina, Bulgaria, Kroasia, Republik Ceko, Denmark, Finlandia, Prancis, Jerman, Yunani, Hungaria, Irlandia, Italia, Makedonia, Belanda, Norwegia, Polandia, Portugal, Rumania, Serbia, Slovakia, Slovenia, Spanyol, Swedia, Swiss, Türkiye (Turki), Inggris, Ukraina. Amerika Argentina, Brasil, Chile, Meksiko, Paraguay, Peru, Uruguay. Asia & Oseania Australia, China Daratan (termasuk penjualan lintas negara/CBEC), Hong Kong (SAR), Selandia Baru, Filipina.
Tonton: Tiga Ujian Besar Purbaya: Pajak Seret, Kasus OTT Pegawai, dan Tekanan APBN Timur Tengah & Afrika Utara Bahrain, Mesir, Iran, Kuwait, Oman, Qatar, Arab Saudi, Uni Emirat Arab (UEA).
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News