Net TV cari Rp 1 triliun dari pasar modal



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Tahun ini, PT Net Visi Media mengincar pendanaan baru mencapai Rp 1 triliun. Operator televisi Net TV tersebut juga sudah menyiapkan dua skema guna mendapatkan dana segar tersebut.

Pertama, perusahaan ini bakal melakukan penawaran saham perdana atawa initial public offering (IPO) dengan melepas 1 miliar saham, yang setara dengan dengan 4,88% dari modal yang ditempatkan dan disetor perusahaan ini. Dari aksi korporasi tersebut, Net TV menargetkan mendapat sekitar Rp 200 miliar.

Kedua, bersamaan dengan IPO, Net Visi Media juga akan melakukan konversi mandatory convertible bond (MCB). Menurut Direktur NH Korindo Sekuritas Amir Suhendro Samirin, MCB yang bisa dikonversi tersebut setara dengan 19,32% dari seluruh modal yang disetor perusahaan atau 4,37 miliar unit saham.


Dana yang diincar dari hasil konversi MCB ini mencapai Rp 800 miliar. Kabarnya, Tokopedia akan menjadi penampung MCB dari Net Visi Media tersebut. Nah, MCB ini juga akan dieksekusi saat pelaksanaan IPO Net TV. Net Visi Media telah menunjuk NH Korindo Sekuritas sebagai penjamin pelaksana emisi untuk aksi korporasi ini.

CEO NH Korindo Sekuritas Jeffry Wikarsa membeberkan, Net TV juga akan menggunakan dana hasil IPO ini untuk mendanai ekspansi. "Nantinya dana hasil IPO tersebut direncanakan untuk pengembangan usaha," kata dia, Rabu (4/7). Namun ia tak menjelaskan secara detail terkait dengan pengembangan usaha seperti apa yang akan dilakukan oleh perusahaan media tersebut.

Net TV akan melepas sahamnya di bursa saham menggunakan laporan keuangan bulan Maret 2018. Jadi, perusahaan ini bakal melenggang di bursa Indonesia pada 29 Agustus yang akan datang.

BEI mencatat, saat ini sudah ada 20 perusahaan yang masuk di pipeline dan berencana menggelar penawaran saham perdana di paruh kedua 2018 ini. Kemarin, selain Net TV, ada satu perusahaan konstruksi yang ikut menggelar mini expose di BEI.

Sepanjang tahun ini, sudah ada 21 perusahaan yang mencatatkan diri di pasar saham dalam negeri.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Sanny Cicilia