NetApp Memberdayakan Perusahaan untuk Membangun Apapun dan Dimanapun



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. NetApp, perusahaan infrastruktur kecerdasan data mengumumkan kapabilitas hybrid multi-cloud baru dengan kontrol otonom untuk memaksimalkan fleksibilitas dan efisiensi perusahaan bagi beban kerja apa pun. Perusahaan kini dapat lebih mudah mengadopsi strategi data modern di lingkungan on-premise maupun cloud dengan memanfaatkan kapabilitas baru untuk operasi yang konsisten, yang mempertimbangkan kedaulatan, tata kelola, dan konsumsi yang terkendali.

Seiring aplikasi perusahaan dan beban kerja AI kian tersebar di lingkungan on-premise, public cloud, sovereign region, dan arsitektur AI Factory yang baru muncul, organisasi membutuhkan lebih dari sekadar fleksibilitas infrastruktur. Mereka membutuhkan model operasi yang konsisten, yang mampu mengimbangi permintaan berkecepatan mesin sekaligus memenuhi persyaratan tata kelola, ketahanan, efisiensi, dan kontrol yurisdiksi. Administrasi manual tradisional, tool yang terfragmentasi, dan strategi data yang tidak terhubung dapat memperlambat inovasi, meningkatkan risiko operasional, dan mempersulit pengendalian biaya dalam skala besar.

Baca Juga: Synnex Metrodata Bidik Pertumbuhan lewat Portofolio Cloud dan Keamanan Siber


Sandeep Singh, Senior Vice President dan General Manager, Platform di NetApp menyatakan, arsitektur penyimpanan konsumen menentukan bagaimana setiap beban kerja berjalan. “Pelanggan tidak seharusnya dipaksa memilih antara performa dan kontrol infrastruktur on-premise dengan fleksibilitas cloud. Dengan kapabilitas hybrid multi-cloud baru ini, NetApp membantu perusahaan menghilangkan batas antar-lingkungan, beroperasi dengan otonomi yang lebih besar, serta menempatkan efisiensi, kedaulatan, dan kontrol sebagai inti strategi data mereka,” ujarnya, Senin (5/10/2026).

Kapabilitas baru yang diumumkan hari ini memperluas NetApp Platform dengan kontrol otonom, ekonomi yang lebih kuat, storage-as-a-service yang memperhatikan kedaulatan data, serta pengelolaan yang lebih luas di seluruh lingkungan hybrid multi-cloud. Bersama-sama, kapabilitas ini membantu pelanggan beroperasi lebih konsisten di seluruh pusat data dan public cloud, mengurangi eksposur biaya seiring pertumbuhan data, serta mempertahankan kontrol atas lokasi data, dukungan, telemetri, dan operasi.

Kapabilitas hybrid multi-cloud baru tersebut meliputi:

Pertama, NetApp Keystone Sovereign menghadirkan tata kelola regional yang lebih jelas dan meningkatkan kepercayaan untuk menjawab ekspektasi kedaulatan serta kekhawatiran pelanggan terkait residensi data dan akses operasional. Pelanggan yang memenuhi syarat di Wilayah Ekonomi Eropa kini dapat memanfaatkan kontrol kedaulatan data untuk mendukung perjalanan kepatuhan regional dan residensi data mereka, yang tidak hanya mencakup lokasi data, tetapi juga pertimbangan residensi data, teknis, dan regional.

Kedua, NetApp Console Autonomous Operations menghilangkan beban kerja reaktif dalam mengelola tool yang terfragmentasi di seluruh fleet hybrid berskala masif, dengan menggantikan siklus persetujuan manual melalui otomatisasi berbasis hasil yang memberikan nilai bisnis dan berjalan aman di lingkungan air-gapped. Kapabilitas baru ini menghadirkan operasi otonom berbantuan AI dengan pengawasan manusia serta menyediakan control plane untuk NetApp Platform, membantu tim memprediksi masalah, menyelesaikan insiden lebih cepat, dan mengoptimalkan kapasitas serta biaya melalui desain API-first yang cerdas dan orkestrasi berbasis agentic AI.

Ketiga, NetApp Console Fleet Management memungkinkan pelanggan mengelola seluruh aset mereka sebagai satu kesatuan, dengan keyakinan bahwa lingkungan mereka tetap sehat dan berkinerja optimal. Solusi baru ini menghadirkan fleet management, observability, dan AI melalui model pengiriman Console kedua yang dipasang langsung di lingkungan pelanggan. NetApp Console kini menghadirkan satu solusi dengan dua model pengiriman untuk memenuhi kebutuhan pelanggan, di mana pun data mereka berada.

Keempat, NetApp Console AI ChatOps Interface menggantikan alur kerja manual dengan otomatisasi yang aman, berbasis percakapan, dan berorientasi pada hasil. Solusi ini mengurangi beban administrator IT perusahaan dalam mengelola berbagai tool yang terfragmentasi di seluruh infrastruktur hybrid berskala masif, tanpa mengorbankan tata kelola maupun kontrol. Antarmuka percakapan ChatOps di NetApp Console menghadirkan operasi penyimpanan otonom, intent-based provisioning, serta pembatas kebijakan (policy guardrails) di seluruh sistem penyimpanan ONTAP. Solusi ini juga menyediakan pelaporan berbasis AI, analitik prediktif, dan remediasi otomatis. Beroperasi melalui LLM gateway terbuka, pelanggan dapat menjalankan operasi AI yang aman dengan memanfaatkan LLM milik mereka sendiri, sekaligus memastikan seluruh tindakan tetap berada dalam kelas penyimpanan (storage class), kebijakan, dan batas tata kelola yang telah ditetapkan.

Kelima, Nutanix dan NetApp membantu perusahaan menghadapi lanskap industri yang terus berkembang sekaligus memaksimalkan kebebasan arsitektur. Kemitraan ini memberdayakan organisasi untuk mengoptimalkan lingkungan virtualisasi, melindungi investasi fondasi yang sudah ada dengan tingkat fleksibilitas operasional yang baru. Dengan menggabungkan NetApp ONTAP dan Nutanix Cloud Infrastructure, pelanggan akan mendapatkan skala, keamanan, dan ketangkasan yang dibutuhkan untuk beban kerja tervirtualisasi. Kapabilitas terintegrasi ini dijadwalkan tersedia secara umum pada musim gugur ini.

Melalui berbagai pembaruan ini, NetApp mendorong penerapan strategi platform yang dibangun atas dasar operasi yang konsisten, kontrol data yang terkelola dengan baik, dan ekonomi infrastruktur yang dapat diskalakan seiring dengan beban kerja modern. Dengan menyatukan pengelolaan di berbagai lingkungan, memungkinkan operasi otonom di dalam batasan (guardrails) yang ditentukan pelanggan, serta memperluas konsumsi berbasis as-a-service ke pasar yang sensitif terhadap kedaulatan data,

NetApp memberikan fleksibilitas kepada perusahaan untuk membangun di mana pun sesuai kebutuhan, sambil memastikan data tetap siap, terlindungi, dan berada di bawah kendali mereka.

"Para pemimpin IT perusahaan berada di bawah tekanan untuk mendukung beban kerja era AI di berbagai lingkungan yang semakin terdistribusi tanpa mengorbankan tata kelola, pengendalian biaya, atau ketahanan operasional," ujar Dave McCarthy, Group Vice President, Cloud and Datacenters, Enterprise Infrastructure di IDC.

Ia menambahkan, strategi hybrid multi-cloud NetApp menjawab tantangan tersebut dengan menghadirkan operasi otonom, layanan data yang konsisten, jaminan efisiensi, dan model konsumsi yang memperhatikan kedaulatan data dalam satu platform.

“Pendekatan ini memberikan fleksibilitas bagi organisasi untuk menjalankan beban kerja di tempat yang paling tepat, sambil tetap menjaga kontrol dan konsistensi yang dibutuhkan untuk infrastruktur yang sangat penting bagi bisnis," katanya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News