Netflix Akuisisi Startup AI Ben Affleck



KONTAN.CO.ID - CALIFORNIA. Netflix mempercepat strategi pemanfaatan kecerdasan buatan (AI) dalam industri film dengan mengakuisisi perusahaan teknologi sinema berbasis AI, InterPositive. Nilai transaksi tersebut disebut-sebut dapat mencapai US$ 600 juta.

Mengutip Bloomberg (12/3), sumber yang mengetahui transaksi tersebut menyebutkan pembayaran dilakukan secara tunai. Namun nilai yang benar-benar dibayarkan kemungkinan lebih rendah dari angka maksimal tersebut. Pemilik InterPositive juga berpeluang memperoleh tambahan pembayaran apabila perusahaan itu mampu memenuhi target kinerja tertentu.

Netflix belum mengungkapkan rincian resmi kesepakatan ini. Akuisisi tersebut menjadi salah satu pembelian terbesar yang pernah dilakukan oleh raksasa layanan streaming tersebut, sekaligus menandai langkah agresif perusahaan dalam memanfaatkan teknologi AI untuk produksi film.


InterPositive sendiri merupakan perusahaan yang didirikan aktor sekaligus produser Ben Affleck. Startup ini mengembangkan berbagai alat berbasis AI yang memungkinkan pembuat film mengubah atau menyempurnakan rekaman yang sudah ada, seperti menghapus objek yang tidak diinginkan atau menyesuaikan latar belakang suatu adegan.

Teknologi tersebut bahkan sudah digunakan oleh sutradara David Fincher dalam film terbaru yang dibintangi Brad Pitt.

Baca Juga: Netflix Mundur dari Bidding War Warner Bros, Saham Melonjak Hampir 14%

Akuisisi ini juga mencerminkan semakin intensnya persaingan perusahaan hiburan dalam mengadopsi AI guna menekan biaya produksi sekaligus meningkatkan kualitas konten. Selain Netflix, perusahaan teknologi dan hiburan lain seperti Amazon juga mulai membangun tim internal untuk mengembangkan penerapan AI dalam produksi film dan serial televisi. Sementara itu, The Walt Disney Company telah menjalin kemitraan komersial dengan OpenAI untuk memanfaatkan teknologi serupa.

Di sisi lain, perkembangan ini juga memicu kekhawatiran di kalangan pekerja industri film Hollywood. Mereka khawatir studio akan menggunakan AI untuk memangkas biaya produksi dengan mengurangi kebutuhan tenaga kerja. Selain itu, muncul pula kekhawatiran bahwa karya kreator dapat digunakan untuk melatih sistem AI tanpa kompensasi yang memadai.

Affleck menyatakan bahwa InterPositive dirancang sebagai alat bantu bagi para sineas, bukan pengganti proses kreatif. Sistem AI perusahaan itu baru dapat dilatih setelah film direkam terlebih dahulu. Setelah itu, teknologi tersebut membantu memperbaiki detail visual dalam adegan tanpa membuat proyek film baru secara otomatis.

“Proses pembuatan film sejak awal memang selalu berkembang seiring kemajuan teknologi. Kami selalu berupaya membuatnya terasa lebih realistis dan lebih jujur. Saya berharap InterPositive menjadi langkah berikutnya dalam perjalanan panjang tersebut,” ujar Affleck dalam sebuah video yang diunggah Netflix.

Sebelumnya, Netflix dikenal jarang melakukan akuisisi besar. Perusahaan lebih memilih membangun teknologi dan kemampuan produksi secara internal ketimbang membeli perusahaan lain. Namun langkah mengakuisisi startup AI ini dipandang sebagai upaya Netflix memperkuat kemampuan teknologinya sendiri di tengah persaingan industri streaming yang semakin ketat.

InterPositive sendiri dikembangkan Affleck secara tertutup dengan dukungan firma investasi RedBird Capital Partners. Setelah beberapa tahun mengembangkan teknologinya, perusahaan mulai mencari pendanaan pada 2025 dan melakukan pembicaraan dengan sejumlah investor serta studio Hollywood. Proses itulah yang akhirnya membawa Netflix untuk menjadikan teknologi tersebut sebagai bagian dari alat produksi internalnya.

Baca Juga: Paramount Skydance Ungguli Netflix dalam Perburuan Warner Bros

TAG: