Netflix Mundur dari Bidding War Warner Bros, Saham Melonjak Hampir 14%



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Netflix menutup perdagangan pada Jumat (27/2/2026) dengan kenaikan hampir 14% setelah para investor menyambut keputusan perusahaan untuk mundur dari persaingan akuisisi Warner Bros, yang telah berlangsung selama beberapa bulan melawan Paramount Skydance untuk beberapa aset paling berharga di Hollywood.

Paramount mengumumkan akan membeli Warner Bros dalam kesepakatan senilai US$110 miliar, yang diperkirakan akan selesai pada kuartal ketiga 2026. Selain itu, Paramount juga membayar biaya terminasi sebesar US$2,8 miliar yang sebelumnya harus dibayarkan Warner Bros kepada Netflix, sebagaimana tercatat dalam dokumen regulasi Netflix pada Jumat.

Netflix menolak untuk menandingi tawaran terbaru Paramount sebesar US$31 per saham atau menaikkan penawarannya sendiri sebesar US$27,75 per saham untuk studio dan aset streaming Warner Bros, dengan alasan kesepakatan tersebut “tidak lagi menarik secara finansial”.


Keputusan ini disambut baik oleh para investor. Saham raksasa streaming ini sebelumnya turun lebih dari 18% sejak Netflix mengumumkan kesepakatan dengan Warner Bros pada 5 Desember 2025.

Baca Juga: Ekspor Kedelai Brazil Terancam, Jutaan Ton Stok Tersendat di Pelabuhan

Langkah terbaru ini dianggap sebagai “tanda kedisiplinan” oleh Ben Barringer, Kepala Riset Teknologi di Quilter Cheviot. “Apa yang diinginkan dari tim manajemen adalah kemampuan untuk menilai akuisisi, menentukan nilainya, membayar harga yang wajar, tapi tidak sampai membayar berlebihan,” kata Barringer.

Para analis dan investor sebelumnya mempertanyakan apakah penawaran Netflix merupakan upaya defensif untuk memblokir pesaing di masa depan atau langkah ofensif yang menyimpang dari pendekatan perusahaan yang selama ini lebih disiplin dalam strategi build-versus-buy.

“Ini merupakan perkembangan positif karena kami percaya penarikan Netflix dari persaingan akan membebaskan perusahaan untuk kembali fokus pada bisnis intinya, sementara pesaing terdekatnya menghadapi proses persetujuan regulasi yang panjang dan integrasi merger yang menguras energi, serta PSKY terbebani utang besar akibat kesepakatan ini,” kata analis HSBC.

Paramount dan Strategi Akuisisi Hollywood

Saham Paramount, yang dipimpin David Ellison, melonjak hampir 21% pada hari yang sama. Kesepakatan Paramount, yang bernilai US$110 miliar termasuk utang, diperkirakan hampir 13 kali EBITDA Warner Bros tahun ini menurut estimasi LSEG. Angka ini jauh di atas valuasi Paramount berdasarkan rasio yang sama, yaitu tujuh kali perkiraan pendapatannya.

Akuisisi Warner Bros akan memungkinkan studio Hollywood Paramount untuk mengakses kekayaan intelektual Warner, termasuk waralaba populer seperti Fantastic Beasts dan The Matrix, di bidang film, televisi, dan streaming.

Baca Juga: Hadiah Senapan Kim Jong Un Isyaratkan Konsolidasi Kekuasaan

“Asset terbesar WBD sedang menurun dan perusahaan masih memiliki utang dari merger gagal sebelumnya. Namun kesepakatan ini lebih terkait dengan ambisi Ellison mengambil alih Hollywood dan ego pribadi daripada sekadar logika bisnis,” ujar Ross Benes, analis senior di Emarketer.

Bagi unit streaming Paramount, penggabungan dengan HBO Max dan Discovery+ akan mengubah posisi perusahaan di era streaming yang selama ini didominasi Netflix.

“Paramount sebelumnya tertinggal di pasar streaming dan membutuhkan konten serta kemampuan Warner Bros untuk mengejar ketertinggalan. Dibutuhkan lebih dari Harry Potter agar kesepakatan ini berhasil dan memungkinkan Paramount bersaing dengan Netflix, Disney, dan Amazon di perang streaming,” kata Dan Coatsworth, Kepala Pasar di AJ Bell.

Dalam perburuan Warner Bros, konsorsium Paramount yang didukung miliarder Larry Ellison dan dipimpin oleh putranya, CEO Paramount David Ellison, juga menaikkan biaya terminasi menjadi US$7 miliar serta memperluas komitmen pembiayaan, termasuk US$45,7 miliar dalam bentuk ekuitas.

“Ada harga yang tepat dan harga yang salah untuk setiap akuisisi, dan kini tekanan ada pada Paramount untuk membuktikan bahwa pengeluaran finansial besar ini sepadan,” tambah Coatsworth.