Netflix PHK 1.000 Karyawan, Terbesar Sejak 2022 di Tengah Persaingan Streaming



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Netflix berencana memangkas sekitar 1.000 karyawan atau 6% dari total tenaga kerjanya.

Langkah ini menjadi pemutusan hubungan kerja (PHK) terbesar perusahaan layanan streaming tersebut sejak 2022, di tengah persaingan ketat memperebutkan penonton dengan platform digital seperti YouTube dan TikTok serta pesaing media konvensional.

Mengutip Reuters, Kamis (15/10/2026), rencana PHK tersebut terungkap dalam memo internal yang dikirimkan kepada karyawan oleh Co-CEO Netflix, Greg Peters dan Ted Sarandos.


Sebagian besar pengurangan tenaga kerja akan menyasar sejumlah divisi, termasuk produk, teknologi, hukum, dan sumber daya manusia (SDM).

Baca Juga: 32 Klub Inggris Hadapi Risiko Bangkrut, Mayoritas Tak Mampu Bertahan 90 Hari

Dalam memo tersebut, Peters dan Sarandos menyatakan bahwa perusahaan perlu mengelola sumber daya secara lebih disiplin untuk mencapai target bisnisnya.

"Misi kami — untuk menghibur dunia — sangat ambisius, dan untuk mewujudkannya, kami harus disiplin dalam menentukan prioritas penggunaan tenaga kerja dan sumber daya," tulis keduanya dalam memo tersebut.

Mereka juga menegaskan bahwa kondisi bisnis Netflix masih solid dan terus bertumbuh, serta perusahaan tetap berada di jalur yang tepat untuk mencapai proyeksi kinerja setahun penuh.

Saham Netflix tercatat turun sekitar 25% sepanjang tahun ini. Namun, pada perdagangan Rabu, saham perusahaan tersebut naik 0,7%. Hingga akhir tahun lalu, Netflix memiliki sekitar 16.000 karyawan.

Netflix Hadapi Tekanan Persaingan YouTube dan TikTok

Keputusan memangkas karyawan muncul ketika Netflix menghadapi keraguan investor mengenai kemampuannya mempertahankan pertumbuhan bisnis. Perusahaan yang mengubah industri media Amerika Serikat melalui layanan streaming ini kini menghadapi tantangan untuk terus meningkatkan keterlibatan pengguna.

Salah satu indikator yang menjadi perhatian investor adalah engagement, yakni jumlah waktu yang dihabiskan pengguna untuk menonton konten di platform Netflix.

YouTube dan TikTok menjadi pesaing yang semakin kuat karena menawarkan beragam konten buatan pengguna yang dapat ditonton secara gratis. Model bisnis tersebut memberikan keunggulan biaya dibandingkan Netflix yang masih mengandalkan layanan berlangganan sebagai salah satu sumber pendapatan utamanya.

Analis senior eMarketer, Ross Benes, menilai Netflix belum berhasil menemukan sumber pendapatan besar lain yang dapat menjadi penopang pertumbuhan bisnisnya.

Baca Juga: ChatGPT Kuasai 56,4% Pasar, Ini Daftar AI Chatbot Terpopuler 2026

"Mereka belum mampu menemukan sumber pendapatan utama lainnya," kata Benes, seraya menambahkan bahwa Netflix masih bergantung pada bisnis berlangganan yang berpotensi mendekati batas pertumbuhannya.

"Pada akhirnya, karena bisnis tersebut mulai mendekati batas pertumbuhannya, mereka membutuhkan sumber pendapatan lain untuk melakukan diversifikasi. Di situlah mereka menghadapi kesulitan yang lebih besar," ujarnya.

Strategi Netflix Perluas Sumber Pendapatan

Untuk mengurangi ketergantungan terhadap bisnis berlangganan, Netflix mulai memperluas sumber pendapatannya melalui sejumlah strategi.

Perusahaan berinvestasi dalam paket berlangganan yang didukung iklan, program siaran langsung, serta industri gim. Upaya tersebut diharapkan dapat membuka peluang monetisasi baru sekaligus memperkuat daya saing Netflix dalam memperebutkan waktu dan perhatian pengguna.

Keraguan terhadap strategi perusahaan juga meningkat setelah upayanya mengakuisisi aset layanan streaming dan studio Warner Bros Discovery gagal pada awal tahun ini.

Paramount menyelesaikan akuisisi Warner Bros senilai US$ 110 miliar pada awal Oktober 2026. Transaksi tersebut membentuk perusahaan Skydance, yang semakin menambah dinamika persaingan di industri hiburan Hollywood.

Baca Juga: FIFA Janji Guyur Dana Rp448 Miliar ke Anggota, Strategi Infantino Cari Dukungan?

Persaingan yang semakin ketat membuat Netflix perlu mencari strategi pertumbuhan baru, terutama ketika perusahaan menghadapi tantangan untuk mempertahankan pelanggan dan meningkatkan pendapatan di tengah banyaknya pilihan hiburan digital.

PHK Terbesar Netflix Sejak 2022

Netflix terakhir kali melakukan gelombang PHK besar pada 2022. Saat itu, perusahaan memangkas sekitar 450 pekerjaan dalam dua tahap setelah kehilangan pelanggan untuk pertama kalinya dalam lebih dari satu dekade.

Kini, rencana pengurangan sekitar 1.000 karyawan menjadi langkah efisiensi terbesar Netflix sejak periode tersebut.

Laporan mengenai memo internal PHK Netflix pada Rabu pertama kali diberitakan oleh The Wall Street Journal.