Netzme bersiap melantai di bursa pada bulan November 2019



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Satu lagi usaha rintisan bakal melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada tahun ini. Kali ini giliran PT Netzme Kreasi Indonesia yang mengambil langkah berani. Usaha rintisan ini menggeluti bisnis pengelolaan pembayaran yang memanfaatkan jaringan sosial alias payment social dengan label Netzme.

Perusahaan ini berencana menggelar initial public offering (IPO) menjelang akhir 2019. "Perkiraannya adalah sekitar November," kata Vicky Ganda Saputra, Chief Executive Officer Netzme Kreasi Indonesia kepada KONTAN, Minggu (9/6).

Lewat aksi korporasi tersebut, Netzme berharap bisa meraup dana segar senilai US$ 15 juta atau setara Rp 123,9 miliar. Sayang, Vicky masih menutup rapat rencana bisnis perusahaan ini dan penggunaan dana IPO. Ia berjanji, pada waktunya, akan membuka seluruh rencana bisnis Netzme secara gamblang. "Kami akan segera informasikan pada bulan Juli nanti," tandasnya.


Dalam catatan KONTAN, Netzme memang terlihat aktif dalam ekspansi bisnis. Memulai usaha di Jakarta, usaha rintisan ini menancapkan kuku ekspansi perdana di kota Gudeg Yogyakarta pada September 2018.

Vicky sengaja menyasar kota Yogyakarta karena di sana terdapat banyak tenaga ahli teknologi informasi. Keberadaan tenaga ahli itu ia nilai penting untuk bisa mengembangkan lebih lanjut platform bisnis tersebut, seperti keberagaman fitur yang ada. Nah, selain Yogyakarta, tidak tertutup kemungkinan, Netzme bakal terus menancapkan kaki ke kota-kota lainnya.

Saat KONTAN mengunjungi situs Netzme, memang ada beberapa fitur yang bakal segera tayang alias beroperasi. Misalnya jualan online atau e-commercer serta fitur lelang. Sayang, Vicky tidak merinci lebih lanjut kapan kedua fitur tersebut bakal beroperasi.

Setidaknya kedua fitur itu bakal melengkapi fitur yang sudah ada di start up pembayaran digital tersebut. Apalagi, platform ini sudah tersedia baik di sistem operasi android atau iOS.

Beberapa fitur yang sudah tersedia di Netzme adalah fitur donasi atau bantuan kemanusian secara online dalam bentuk crowd funding. Ada lagi fitur arisan dan gamification.

Ternyata, Netzme juga tidak cuma menyasar para penggemar media sosial saja, tapi juga sudah menjangkau para pelaku usaha UKM. Ini terlihat dari fitur kewirausahaan yang sudah beroperasi. Seperti pembayaran secara QR, mini point of sales, payment point online bank, hingga fitur tagihan online.

Nah, dengan keberadaan fitur tersebut, Netzme berharap, para maniak media sosial bisa sekalian transaksi bisnis. Seperti membeli pulsa, melunasi pembayaran dan lainnya. Sayang, Vicky belum mau merinci target bisnis tahun ini.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Markus Sumartomjon