New Gambir Ditargetkan Rampung 2028, Integrasi MRT Jadi Pekerjaan Berikutnya



KONTAN.CO. - JAKARTA. Menteri Perhubungan, Dudy Purwagandhi, mengungkapkan pembangunan New Gambir direncanakan mulai 2026 dan ditargetkan rampung pada 2028. Setelah itu, pemerintah masih harus menuntaskan integrasi New Gambir dengan MRT Jakarta.

New Gambir nantinya dirancang sebagai simpul integrasi berbagai moda transportasi. Stasiun ini akan menghubungkan perjalanan kereta api jarak jauh dengan Commuterline, MRT Jakarta, Transjakarta, bus bandara, transportasi lanjutan, hingga akses pedestrian.

Dudy mengatakan rencana pembangunan New Gambir berasal dari PT Kereta Api Indonesia (KAI). Proyek tersebut direncanakan mulai dikerjakan pada 2026 dan diharapkan selesai pada 2028.


“Rencananya kalau dari KAI kan mulainya 2026. Nanti 2028 kalau saya tidak salah diharapkan sudah selesai,” ujar Dudy saat ditemui wartawan di Gedung Parlemen, Jakarta, Selasa (1/9/2026).

Meski demikian, integrasi dengan MRT Jakarta belum memiliki skema final. Dudy mengatakan koneksi antara New Gambir dan MRT masih dalam tahap studi untuk menentukan akses yang paling nyaman bagi masyarakat.

Baca Juga: Revitalisasi Gambir Dibiayai KAI, Kemenhub Godok Aturan Alih Kelola Aset

Menurutnya, secara jarak, titik keluar MRT Jakarta dengan kawasan Gambir sebenarnya tidak terlalu jauh. Titik keluar MRT di sekitar Patung Kuda juga memiliki akses menuju arah Monas yang secara geografis dapat menjadi bagian dari konektivitas menuju Gambir.

Namun, pemerintah tidak bisa serta-merta membangun akses penghubung karena harus memperhatikan tata ruang kawasan Monumen Nasional (Monas). Salah satu opsi yang sempat ditanyakan adalah penggunaan travelator, tetapi Dudy menegaskan skema tersebut masih perlu dikaji.

“Kita juga akan harus memperhatikan tata ruangnya Monas, ya. Bagaimana kita menghubungkan dari titik exit MRT ke Gambir,” kata Dudy.

Dudy mengatakan pembahasan konektivitas tersebut akan melibatkan sejumlah pihak. KAI akan berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, pengelola kawasan cagar, serta Sekretariat Negara (Setneg) sebagai penanggung jawab kawasan Monas.

Dengan konsep tersebut, New Gambir tidak hanya ditujukan sebagai stasiun kereta api jarak jauh, tetapi sebagai simpul perpindahan antarmoda. 

Sebagai informasi, KAI tengah mempersiapkan New Gambir untuk merevitalisasi Stasiun Gambir sekaligus menyesuaikannya dengan kebutuhan mobilitas masyarakat. 

Baca Juga: Progres MRT Jakarta Fase 2A Capai 62,68%, Segmen Bundaran HI-Monas Dikebut

KAI menyebut pengembangan New Gambir mencakup peningkatan kualitas layanan, penguatan kapasitas kawasan, integrasi mobilitas, serta peningkatan pengalaman perjalanan melalui fasilitas hospitality dan leisure.

Dalam konsep tersebut, New Gambir akan menjadi simpul integrasi berbagai moda, mulai dari kereta api jarak jauh, KRL Commuter Line, MRT Jakarta, Transjakarta, bus bandara, transportasi lanjutan hingga jalur pejalan kaki.

“Melalui konsep hospitality dan leisure, New Gambir diarahkan menjadi ruang perjalanan yang lebih nyaman dengan menghadirkan pengalaman pelanggan melalui area komersial, kuliner, lounge, ruang publik, hingga fasilitas pendukung perjalanan,” tulis KAI di unggahan resmi di Instagram @keretapikita, Minggu (30/8/2026), 

KAI juga menyiapkan sejumlah fungsi baru di New Gambir, seperti hotel dan lounge, kawasan ritel dan kuliner, ruang publik dan taman, serta ruang pertemuan. Ruang publik dan taman tersebut dirancang untuk menghubungkan kawasan Gambir dengan ikon Jakarta, Monumen Nasional atau Monas.

Besarnya aktivitas pelanggan juga menjadi salah satu konteks pengembangan Stasiun Gambir. Sepanjang Januari-Juli 2026, Stasiun Gambir mencatat 3,87 juta aktivitas pelanggan, terdiri dari 1,99 juta pelanggan naik dan 1,88 juta pelanggan turun.

Baca Juga: MRT Jakarta Ekspansi Besar-besaran, Industri Konstruksi Ketiban Cuan

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News