News Corp Milik Murdoch Ekspansi ke Barat AS, Luncurkan California Post



KONTAN.CO.ID - Perusahaan media milik Rupert Murdoch, News Corp, resmi meluncurkan California Post, sebuah tabloid harian konservatif yang terbit dalam format cetak dan digital.

Melansir laporan Reuters Rabu (28/1/2026), kehadiran media baru ini menandai ekspansi New York Post ke wilayah Pantai Barat Amerika Serikat.

Sebagai “saudara” New York Post, California Post bertujuan mengguncang industri media di negara bagian terpadat di AS yang tengah tertekan, dengan mengusung gaya pemberitaan yang berani, satir, dan enerjik ciri khas tabloid-tabloid global Murdoch.


Baca Juga: Dolar AS Masih Tertekan Kamis (29/1) Pagi, Pasar Waspadai Akumulasi Risiko Global

CEO Janjikan Pemberitaan ‘Menyentil’ dan Menghibur

CEO sekaligus penerbit New York Post Media Group, Sean Giancola, mengatakan kepada Reuters bahwa publik California akan menikmati gaya pemberitaan yang ia sebut “snarky” dan “menghibur”.

Menanggapi keraguan atas prospek media cetak di tengah banyaknya surat kabar yang tutup dalam beberapa tahun terakhir, Giancola menyatakan optimistis jumlah pembaca akan tumbuh.

Ia menuturkan, jutaan warga California saat ini telah menjadi pembaca New York Post versi daring.

Baca Juga: Pernyataan Hasil FOMC The Fed (28 Januari 2026)

Konten California Post juga tersedia secara online, dengan tingkat keterlibatan pembaca yang disebut terus meningkat sejak peluncuran pada Senin lalu.

Tabloid ini dijual seharga US$3,75 per eksemplar di 678 kios berita di Pantai Barat—lebih mahal dibandingkan New York Post yang dibanderol US$2 per eksemplar.

Giancola menjelaskan harga lebih tinggi tersebut mencerminkan biaya produksi yang lebih besar. Ke depan, perusahaan juga berencana menyediakan layanan langganan ke rumah.

Salah satu rubrik unggulan California Post adalah Page Six Hollywood, versi Pantai Barat dari kolom gosip Page Six milik New York Post yang dipimpin editor Ian Mohr.

Ke depan, perusahaan juga berencana mengembangkan podcast, buletin, dan berbagai acara.

Baca Juga: India Pangkas Tarif Mobil Mewah Eropa Jadi 30%, BMW dan Mercedes Diuntungkan

Fokus Lebih Luas pada Industri Hiburan

“Kami sekarang punya fondasi di Los Angeles, dengan sekitar 80 orang di kantor, lebih dekat ke pusat bisnis hiburan,” ujar Giancola.

Ia menjanjikan liputan yang lebih luas mengenai sisi bisnis industri hiburan, tidak hanya berita selebritas.

Halaman depan edisi Rabu menampilkan judul besar “LAWLESS”, dengan huruf “LA” disorot warna merah untuk menegaskan fokus Los Angeles.

Berita utama tersebut mengisahkan pengalaman seorang jurnalis Post yang mengaku diserang demonstran saat meliput rapat Komisi Kepolisian Los Angeles.

Baca Juga: Gedung Putih Akan Temui Bank dan Perusahaan Kripto untuk Cari Titik Temu RUU Kripto

Artikel itu menuding adanya “agitator radikal” yang mengacaukan rapat dengan meneriakkan hinaan kepada polisi, lalu menghadang reporter sambil berteriak, “Apakah kamu takut sekarang?” Para demonstran disebut sebagai “preman anti-polisi”.

Topik lain yang diangkat meliputi upaya pemulihan pascakebakaran di Pacific Palisades, kasus pembunuhan massal di Sacramento, serta peluncuran lini pakaian dalam oleh aktris Sydney Sweeney—menyusul kontroversi aksinya memanjat papan tanda Hollywood dan menggantungkan deretan bra.

Di pusat perbelanjaan The Grove, Los Angeles, sejumlah warga menyambut positif kehadiran California Post dalam sebuah video yang diunggah tabloid tersebut di Instagram.

“Saya senang melihat ini terbit dalam bentuk cetak, bukan hanya digital,” ujar seorang pembaca.

Pembaca lain menyebutnya sebagai “impian yang jadi kenyataan”, setelah mengaku membeli New York Post selama 36 tahun saat tinggal di New York.

Namun, tidak semua pihak terkesan. Untuk menandai peluncuran, California Post bekerja sama dengan Yeastie Boys Bagels membagikan koran gratis dan bagel ala New York dari sebuah truk makanan di Los Angeles.

Baca Juga: AS Serahkan Kembali Kapal Tanker Sitaan ke Venezuela

Di lokasi tersebut, warga Los Angeles bernama Nathaniel Smith mengkritik keras kehadiran tabloid ini. “Saya rasa Alexander Hamilton berputar di kuburnya.

Dia yang mendirikan New York Post, dan California Post menurut saya hanya koran murahan,” ujarnya, merujuk pada tokoh pendiri AS yang meluncurkan New York Evening Post pada 1801.

Smith mengatakan dirinya kini lebih banyak mendapatkan berita dari platform X (dulu Twitter).

Saat ini, Los Angeles Times masih menjadi surat kabar harian terbesar di California.

Selanjutnya: Saat IHSG Trading Halt, Prajogo Pangestu Serok 90 Miliar Saham Petrindo Jaya (CUAN)

Menarik Dibaca: Rekomendasi HP Android Terbaik 1 Jutaan: Kaget Lihat Performa Gaming & Kameranya