KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT NexAI Digital Infrastruktur Tbk (MGLV) mengumumkan harga pelaksanaan dan rasio Penambahan Modal dengan Memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMHMETD) atau
rights issue, menyusul persetujuan pemegang saham dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPS-LB) pada 7 September 2026. Dalam aksi korporasi ini, Perseroan akan menerbitkan maksimal 285.732.512 saham biasa baru, dan menargetkan Rp 2,54 triliun untuk mengembangkan layanan pusat data kecerdasan buatan (
artificial intelligence data center). Manajemen menetapkan harga pelaksanaan sebesar Rp 8.880, dengan rasio setiap 100 saham lama berhak atas 15 Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD).
Baca Juga: Ekspansi Bisnis Kabel AI Data Center Panduit di Tengah Gejolak Ekonomi dan Politik PT Nextier Datamate Center (NDC) selaku pemegang saham utama Perseroan akan melaksanakan seluruh HMETD yang menjadi haknya senilai Rp 1,65 triliun. Presiden Direktur NexAI Ahmad Zulfikar mengatakan dana yang dihimpun melalui
rights issue akan langsung mendukung pembangunan AI
data center yang dirancang untuk standar tier III, sejalan dengan arah bisnis baru yang telah disetujui pemegang saham. “Ini adalah langkah konkret bagi kami untuk merealisasikan visi transformasi perseroan.
Data center kami dirancang untuk mendukung kebutuhan
hosting chip AI dengan teknologi terbaru yang tersedia di industri saat ini,” ungkap Ahmad, dalam keterangannya, Jumat (11/9/2026). Sesuai dengan prospektus singkat yang telah diterbitkan, NexAI berencana memanfaatkan dana
rights issue sebagai suntikan modal kepada dua anak usahanya PT Nextier Askara Center (NAC) dan PT Nextier GenAi Center (NGC). Kedua perusahaan akan mengembangkan
AI data center yang memiliki kapasitas 102 Megawatt (MW).
Baca Juga: MGLV Akuisisi NAC dan NGC, Fokus Bisnis Bergeser ke AI Data Center NAC, yang telah mengoperasikan
data center sebesar 6MW, sedang memperbesar kapasitas tambahan sebesar 36MW di Jababeka, Jawa Barat. Sementara, NGC sedang membangun AI Data Center dengan kapasitas 60MW di Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB), Jawa Tengah. “Selain untuk pengembangan AI
data center, dana dari
rights issue juga akan dimanfaatkan untuk pengambilalihan piutang NDC dari NAC dan NGC, sebagai bagian dari penguatan struktur modal usaha untuk mendukung implementasi strategi baru Perseroan,” ucapnya.
Pemegang saham lama yang tidak melaksanakan haknya akan mengalami dilusi maksimum 13,04%. HMETD akan diberikan kepada pemegang saham yang namanya tercantum pada daftar pemegang saham per 3 November 2026 (indikasi jadwal).
Baca Juga: Kantongi Restu RUPS, NexAI (MGLV) Resmi Masuki Bisnis AI Data Center Periode pelaksanaan HMETD dilakukan pada 5 November 2026 - 18 November 2026 (indikasi jadwal). Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News