NFC Indonesia (NFCX) Genjot Kontribusi Bisnis Sewa Baterai Kendaraan Listrik



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT NFC Indonesia Tbk mendirikan bisnis baru di bidang sewa baterai listrik. Emiten dengan kode saham NFCX ini mengumumkan telah mendirikan anak usaha baru bernama PT Sewa Baterai Listrik pada tanggal 5 April 2023. 

Dalam catatan KONTAN, pendirian anak usaha tersebut didirikan melalui anak usaha NFC Indonesia yakni PT Energi Selalu Baru. Di mana PT Energi Selalu baru memiliki 5.500 saham setara dengan 55% pada PT Sewa Baterai Listrik senilai Rp 5,5 miliar. 

Adapun anak usaha NFCX ini sebelumnya telah memulai usaha dengan menjalin kerja sama dengan PT International Chemical Industri (ABC Lithium) untuk memasok dan perakitan battery pack kendaraan listrik. 


Kerja sama ini bertujuan untuk mempercepat penyediaan pasokan battery pack yang memang dibutuhkan oleh motor listrik Volta yang diproduksi oleh NFCX.

Baca Juga: Steel Pipe Industry of Indonesia (ISSP) Resmikan Depo ke-4 di Makassar

Zefanya Angeline Halim, Head of Investor Relations NFCX menjelaskan pengembangan bisnis sewa baterai listrik ini diharapkan bisa memberikan kontribusi sekitar 50% dalam dua sampai tiga tahun ke depan. 

“Kami menargetkan kontribusi bisnis ini bisa mencapai 50% dalam dua sampai tiga tahun mendatang,” ujar Zefanya dalam paparan Public Expose, Rabu (14/6). 

Perseroan juga berupaya menggenjot produksi motor listrik Volta seiring euforia kebijakan subsidi yang membuat animo masyarakat terhadap produk tersebut meningkat. Ia bilang pihaknya menargetkan penjualan motor sekitar 27.000 unit pada 2023. Sementara kapasitas produksi yang ditargetkan yakni 5.000 unit motor per bulannya.

Dengan strategi dan ekspansi itu pun, NFCX menargetkan kenaikan pendapatan sekitar 15% sampai 20% di tahun 2023. Sementara dari sisi belanja modal, perseroan mengalokasikan dana sebesar Rp 200 miliar hingga Rp 250 miliar. 

“Penggunaannya akan difokuskan untuk pengembangan investasi di bidang teknologi. Sementara realisasi penggunaan per kuartal I-2023 baru Rp 16 miliar, tutupnya. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Tendi Mahadi