Ngebut, Belanja APBN Per Februari 2026 Sudah Tembus Rp 493,8 Triliun



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kementerian Keuangan melaporkan realisasi belanja negara mencapai Rp 493,8 triliun pada sampai Februari 2026, sudah terserap 12,8% dari pagu APBN 2026. Belanja Februari tersebut tumbuh lebih tinggi 41,9% dari periode yang sama tahun sebelumnya. Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara mengatakan, percepatan belanja ini diharapkan dapat mendorong pertumbuhan ekonomi di kuartal I-2026 ke angka 5,5%. "Pertumbuhan belanja negara ini pasti nanti memiliki dampak kepada pertumbuhan ekonomi. Ini yang memberikan kita optimisme,  semoga pertumbuhan ekonomi di Kuartal I bisa juga terbantu, terdorong lebih kuat dengan belanja negara yang lebih cepat," ungkap Suahasil dalam konferensi pers APBN KiTa Edisi Maret 2026, Rabu (11/3/2026).

Baca Juga: Imbas Konflik Timur Tengah, Defisit Transaksi Berjalan Diramal Meningkat Dalam perinciannya, realisasi belanja pemerintah pusat yang terdiri dari belanja Kementerian/Lembaga dan belanja non K/L total sudah mencapai Rp 346,1 triliun, atau sudah terserap 11% dari pagu. Adapun belanja K/L tercatat tercatat Rp 155 triliun pada Februari 2026, lebih besar dibandingkan realisasi tahun sebelumnya yang sebesar Rp 83,6 triliun di Februari 2025. Melonjaknya belanja pemerintah pusat ini salah satunya dipengaruhi oleh belanja program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan penyaluran Bansos. Sementara itu belanja non K/L pada Februari 2026 tercatat Rp 191 triliun, lebih tinggi dibandingkan tahun lalu Rp 127,9 triliun. Hal ini dipengaruhi oleh pembayaran manfaat  pensiun, kompensasi BBM dan listrik, serta pembayaran bunga utang tepat waktu Adapun anggaran Transfer Ke Daerah (TKD) pada Februari 2026 sudah terealisasi sebesar Rp 147,7 triliun, atau sudah terserap 21,3% dari pagu, atau tumbuh 8,1% yoy dibandingkan tahun lalu.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News