NIIF India Kantongi Komitmen US$ 2 Miliar



KONTAN.CO.ID - NEW DELHI. Dana infrastruktur yang didukung pemerintah India berhasil mengamankan komitmen investasi sebesar US$ 2 miliar dari investor global dan domestik. Nilai tersebut telah melampaui 60% dari target penghimpunan dana sebesar US$ 3,2 miliar.

Laporan Reuters (31/8), komitmen tersebut dihimpun melalui NIIF Infrastructure Fund II, dana investasi infrastruktur kedua yang dikelola National Investment and Infrastructure Fund (NIIF).

Sejumlah investor besar global turut masuk dalam fund tersebut. Mereka antara lain AustralianSuper, CPP Investments, Ontario Teachers’ Pension Plan, Temasek Holdings, serta investor domestik seperti ICICI Bank dan HDFC Bank.


Pemerintah India menjadi investor utama sekaligus pemegang 49% saham NIIF. Saat ini, NIIF mengelola komitmen modal ekuitas lebih dari US$ 7 miliar yang tersebar pada investasi infrastruktur, pasar privat, dan sektor iklim.

Dana baru tersebut akan diarahkan untuk membiayai sejumlah sektor infrastruktur utama India, seperti energi, transportasi, dan infrastruktur digital.

Selain sektor konvensional, NIIF Infrastructure Fund II juga memperluas fokus investasinya ke sektor yang dinilai memiliki prospek pertumbuhan, termasuk infrastruktur perkotaan dan mobilitas listrik atau kendaraan listrik.

Baca Juga: Iran Masih Buka Jalur Diplomasi, Harga Minyak Dunia Terangkat

Langkah tersebut menunjukkan semakin besarnya minat investor institusi global terhadap pembangunan infrastruktur India, seiring kebutuhan investasi untuk menopang pertumbuhan ekonomi negara tersebut.

NIIF juga menargetkan tambahan dana sekitar US$ 950 juta melalui skema co-investment. Dana ini memungkinkan investor menambah modal secara langsung untuk membiayai transaksi atau proyek infrastruktur tertentu di India.

Penggalangan dana tersebut sekaligus memperkuat posisi India sebagai salah satu tujuan investasi infrastruktur di kawasan. Bagi investor global, kebutuhan pembangunan infrastruktur India membuka peluang untuk mendapatkan eksposur pada proyek jangka panjang dengan skala besar.

NIIF Infrastructure Fund II melanjutkan strategi dari dana infrastruktur pertamanya yang telah mengumpulkan sekitar US$ 2,34 miliar. Dana tersebut antara lain berinvestasi pada energi terbarukan, transmisi dan distribusi listrik, penyimpanan baterai, jalan, pelabuhan, logistik, bandara, pusat data, serta smart metering.

Baca Juga: Mata Uang Asia Tertekan, Rupiah Melemah di Tengah Ekspektasi Kenaikan Bunga The Fed

TAG: