Nikkei 225 Jepang Turun 1,2% Selasa (3/3), saat Perang AS-Israel dengan Iran Memanas



KONTAN.CO.ID - Indeks saham Jepang melemah pada Selasa (3/3/2026) untuk hari kedua berturut-turut, di tengah meningkatnya kekhawatiran investor atas eskalasi perang udara antara AS-Israel dan Iran.

Melansir Reuters, indeks Nikkei turun 1,2% menjadi 57.384,38 pada pukul 01.35 GMT, sementara indeks yang lebih luas, TOPIX, juga terkoreksi 1,2% ke 3.850,48.

Baca Juga: Harga Emas Naik Lima Hari Beruntun di Tengah Eskalasi Perang Timur Tengah


Inflasi dan Ketidakpastian Kebijakan

Maki Sawada, analis dari Nomura Securities mengatakan, kenaikan harga minyak mentah akibat ketegangan di Timur Tengah, ditambah penguatan dolar AS dan pelemahan yen, memicu kekhawatiran percepatan inflasi.

“Ketidakpastian ini, yang berpotensi memengaruhi kebijakan moneter ke depan, membebani pasar saham secara keseluruhan,” ujarnya.

Baca Juga: OpenAI Ubah Kesepakatan dengan Pentagon, Sam Altman Tegaskan Batasan Penggunaan

Sektor Otomotif dan Energi Tertekan

Sektor peralatan transportasi serta minyak dan batu bara masing-masing anjlok 3,9%.

Toyota Motor Corporation, produsen mobil terbesar dunia berdasarkan penjualan, merosot 5,5%.

ANA Holdings, maskapai terbesar Jepang, turun 2,2%.

ENEOS Holdings, kilang terbesar Jepang, jatuh 4,3% penurunan terdalam sejak November tahun lalu.

Baca Juga: Kongres AS Terbelah soal Aksi Militer ke Iran, Voting War Powers Digelar Pekan Ini

Sumitomo Pharma Anjlok

Penurunan terbesar di indeks Nikkei justru tidak terkait langsung dengan konflik Timur Tengah.

Sumitomo Pharma merosot 15% akibat kekhawatiran investor terhadap rencana penerbitan saham baru, meski perusahaan tersebut merevisi naik proyeksi laba bersih tahunan.

Secara keseluruhan, terdapat 194 saham yang melemah di indeks Nikkei dibandingkan hanya 30 saham yang menguat, mencerminkan tekanan jual yang luas di pasar Tokyo di tengah ketidakpastian geopolitik global.