Nikkei Anjlok 1,71%, Aksi Jual Saham Teknologi Wall Street Menular ke Jepang



KONTAN.CO.ID - Bursa saham Jepang melemah pada perdagangan Jumat (23/10/2026), mengikuti aksi jual saham teknologi di Wall Street yang menekan saham semikonduktor dan perusahaan terkait kecerdasan buatan (AI).

Melansir Reuters, Indeks Nikkei 225 turun 1,71% menjadi 61.832,66 pada awal perdagangan. Sementara itu, indeks Topix yang mencerminkan pergerakan saham lebih luas terkoreksi 1,26% ke level 3.947,11.

Baca Juga: Pertumbuhan Manufaktur Jepang Melambat ke Level Terendah 7 bulan pada Oktober 2026


Tekanan di pasar saham Jepang terjadi setelah bursa Amerika Serikat (AS) ditutup melemah pada Kamis (22/10/2026). Indeks Nasdaq merosot 2,6%, sedangkan S&P 500 turun 1,21%.

Saham-saham teknologi menjadi penekan utama, seiring peralihan investasi ke sektor yang dinilai lebih defensif, seperti barang kebutuhan pokok dan layanan kesehatan.

Sejumlah saham teknologi berkapitalisasi besar mengalami tekanan. Nvidia turun sekitar 4% di tengah aksi jual saham AI dan semikonduktor.

Saham Meta Platforms merosot 7% setelah laporan kinerja keuangan perusahaan memicu kekhawatiran investor terhadap besarnya belanja AI.

Sementara itu, Tesla melemah 3,1% setelah merilis kinerja keuangan dan memangkas rencana belanja modal untuk 2026.

Baca Juga: Apple Resmi Jual iPhone Lipat, IDC Ramal Kuasai 44% Pasar pada 2026

Analis Monex Securities Yoshitaka Araya mengatakan, tekanan jual di pasar saham AS berpotensi memengaruhi arah perdagangan saham Jepang.

“Menyusul dominasi aksi jual di pasar AS, pasar Jepang diperkirakan memulai perdagangan hari ini dengan tekanan jual yang lebih kuat,” ujar Araya dalam laporan risetnya.

Di dalam indeks Nikkei 225, sebanyak 120 saham melemah, sementara 96 saham menguat.

Saham Sumco mencatat penurunan terbesar, yakni 8,95%. Disusul saham Disco yang terkoreksi 7,59% dan Mitsui Kinzoku yang turun 6,65%.

Sebaliknya, saham Aeon menguat 3,98%, diikuti Sapporo Holdings yang naik 3,74% dan Kikkoman yang bertambah 3,69%. Saham Kikkoman berada di jalur untuk mencatatkan harga penutupan tertinggi sejak Juli 2024.

Baca Juga: Ketegangan Di Perbatasan Korea Meningkat, Ini Kondisinya