Nikkei Jepang Anjlok 3% Jumat (11/9), Harga Minyak dan The Fed Jadi Beban



KONTAN.CO.ID - Bursa saham Jepang merosot tajam pada perdagangan Jumat (11/9), tertekan meningkatnya ekspektasi kenaikan suku bunga Federal Reserve (The Fed) Amerika Serikat (AS) serta lonjakan harga minyak yang memicu kekhawatiran inflasi.

Melansir Reuters, indeks Nikkei 225 turun 3,11% menjadi 63.243,98 pada awal perdagangan. Sementara itu, indeks Topix melemah 1,95% ke level 3.975,67.

Baca Juga: Bursa Australia Anjlok Jumat (11/9), ASX 200 Menuju Pekan Terburuk 6 Bulan


Tekanan terhadap saham Jepang mengikuti pelemahan bursa saham AS pada perdagangan sebelumnya. Kenaikan yield obligasi Treasury AS serta data indeks harga produsen (PPI) Agustus yang menunjukkan tekanan inflasi membuat investor meningkatkan taruhan terhadap kenaikan suku bunga The Fed.

Ketua The Fed Kevin Warsh juga mengisyaratkan perubahan pendekatan kebijakan dengan mengurangi ketergantungan pada forward guidance. Kondisi tersebut membuat investor semakin mencermati data inflasi AS yang akan dirilis.

Di sisi lain, konflik antara AS dan Iran masih mengganggu pasar energi global. Lonjakan harga minyak meningkatkan kekhawatiran bahwa tekanan inflasi dapat bertahan lebih lama dan mempersempit ruang bank sentral untuk melonggarkan kebijakan moneter.

"Ketiga indeks utama AS turun merespons kenaikan harga minyak mentah dan peningkatan suku bunga jangka panjang AS, yang kemungkinan akan membebani saham Jepang," kata Takuma Ikemoto, analis pasar di Tokai Tokyo Intelligence Lab.

Baca Juga: Yield Treasury AS Mendekati 5%, Saham Asia Berguguran

Menurut dia, sinyal dari Warsh mengenai fokus The Fed untuk mengendalikan inflasi berpotensi membuat investor pasar saham Jepang mengambil sikap lebih berhati-hati.

"Investor kemungkinan akan semakin mengambil sikap menunggu dan melihat di pasar saham Jepang," ujarnya.

Tekanan jual terlihat merata. Dari 225 saham yang tergabung dalam Nikkei 225, hanya 23 saham yang menguat, sementara 201 saham turun dan satu saham stagnan.

Saham Resonac Holdings menjadi salah satu yang mengalami penurunan terdalam, yakni 8,12%. Kioxia Holdings merosot 7,11%, sedangkan Sumco turun 6,77%.

Namun, sejumlah saham masih mampu menguat. Saham Inpex naik 2,04%, diikuti Konami Group yang menguat 1,89% dan Bandai Namco Holdings naik 1,76%.

Kenaikan saham Inpex terjadi di tengah melonjaknya harga minyak, yang memberikan sentimen positif bagi perusahaan energi Jepang tersebut.

Baca Juga: Harga Minyak Kian Panas Jumat (11/9), Brent Dekati US$ 110 per Barel