Nikkei Jepang Melemah 0,79% Jumat (2/10), Investor Mulai Ambil Untung Setelah Reli



KONTAN.CO.ID - Indeks saham Jepang melemah pada perdagangan Jumat (2/10/2026), setelah mencapai level tertinggi dalam enam pekan pada sesi sebelumnya.

Investor mulai merealisasikan keuntungan sekaligus mencermati prospek suku bunga, inflasi, dan risiko geopolitik.

Melansir Reuters, Indeks Nikkei 225 turun 0,79% menjadi 68.413,03. Meski terkoreksi, Nikkei masih berada di jalur kenaikan sekitar 3% sepanjang pekan ini. Sementara itu, indeks Topix turun 0,57% ke level 4.108,53.


Baca Juga: Bursa Australia Rebound dari Level Terendah Tiga Bulan Jumat (2/10), Naik 0,4%

Pergerakan saham Jepang berlangsung di tengah sentimen pasar global yang masih fluktuatif. Bursa saham Amerika Serikat (AS) ditutup menguat pada Kamis (1/10), sementara imbal hasil US Treasury turun dari level tertinggi dalam beberapa dekade.

Namun, investor masih mencermati arah kebijakan suku bunga Federal Reserve serta risiko inflasi. Di Jepang, data terbaru menunjukkan inflasi inti di Tokyo meningkat pada September dengan laju tercepat dalam 10 bulan.

Kenaikan inflasi tersebut memperkuat ekspektasi bahwa Bank of Japan (BOJ) dapat kembali menaikkan suku bunga. Investor juga mencermati perkembangan geopolitik di Timur Tengah serta gangguan baru terhadap pasar energi global.

China turut menjadi perhatian pasar setelah menghentikan ekspor produk minyak ke luar wilayah Hong Kong dan Makau.

Baca Juga: Harga Minyak Brent Naik ke US$102,60 Jumat (2/10), China Batasi Ekspor BBM

Analis Tokai Tokyo Intelligence Laboratory Yuta Okamoto mengatakan, kenaikan Nikkei sebesar 3,3% pada Kamis berpotensi mendorong aksi ambil untung pada perdagangan berikutnya.

"Risiko overheating dalam jangka pendek kemungkinan mendorong aksi ambil untung," tulis Okamoto dalam catatannya.

Meski demikian, ia menilai prospek saham domestik Jepang masih positif. Salah satu penopangnya adalah survei Tankan BOJ yang dirilis Kamis, yang menunjukkan sentimen perusahaan manufaktur besar meningkat untuk kuartal keenam berturut-turut.

"Prospek kenaikan harga saham Jepang berdasarkan ekspektasi terhadap kinerja laba masih tinggi," tulis Okamoto.

Baca Juga: Harga Emas Spot Turun 3% Sepekan, Investor Tunggu Data Tenaga Kerja AS

Tekanan jual terlihat cukup luas di pasar. Dari 225 saham yang tergabung dalam Nikkei 225, sebanyak 170 saham melemah, sementara 53 saham menguat dan dua saham tidak berubah.

SoftBank Group menjadi salah satu saham dengan penurunan terbesar, yakni 5,27%. Taiyo Yuden turun 4,98%, sedangkan Tokyo Electron melemah 3,66%.

Di sisi lain, Furukawa Electric menjadi saham dengan kenaikan terbesar di Nikkei, yakni 6,25%. Baycurrent menguat 6,04%, sementara Mitsui Kinzoku naik 5,40%.