KONTAN.CO.ID - Bursa saham Jepang menguat pada perdagangan Senin (7/9/2026). Indeks Nikkei melonjak lebih dari 2% setelah saham-saham terkait semikonduktor mengikuti kinerja positif perusahaan teknologi AS pada akhir pekan lalu. Melansir
Reuters pada pukul 01.50 GMT, indeks Nikkei 225 naik 2,28% menjadi 66.500,29. Sementara itu, indeks Topix yang lebih luas menguat 0,81% ke level 4.136,31.
Baca Juga: Peso Filipina Ambruk ke Rekor Terendah Senin (7/9), Mata Uang Asia Tertekan “Dengan Menteri Keuangan AS Scott Bessent yang tampaknya mampu menahan kenaikan imbal hasil obligasi dan meredam pelemahan yen, volatilitas pasar menurun,” ujar Mamoru Shimode, chief strategist Resona Asset Management. Menurut Shimode, kondisi tersebut membuat investor saham lebih leluasa beralih ke mode risk-on, yakni meningkatkan eksposur terhadap aset berisiko. Saham Semikonduktor Melonjak Saham-saham semikonduktor menjadi motor utama penguatan bursa Jepang. Saham Advantest, produsen peralatan pengujian chip, melonjak lebih dari 4%. Saham Tokyo Electron, produsen peralatan pembuatan chip, juga naik lebih dari 4%.
Baca Juga: Bursa Korea Selatan Menguat Senin (7/9), Saham Samsung dan SK Hynix Melonjak Sementara itu, saham produsen memori Kioxia melesat 6,8%. Penguatan saham semikonduktor Jepang mengikuti kinerja indeks semikonduktor AS. Pada Jumat (4/9/2026), Wall Street secara umum ditutup melemah setelah laporan ketenagakerjaan AS yang kuat meningkatkan peluang Federal Reserve menaikkan suku bunga pada bulan ini. Namun, indeks saham semikonduktor AS justru melonjak 3,4%. Kokusai Electric Naik 8% Saham Kokusai Electric menjadi salah satu penguat terbesar dengan kenaikan sekitar 8%. Penguatan tersebut terjadi setelah Nikkei, penerbit indeks Nikkei 225 mengumumkan bahwa Kokusai Electric akan masuk ke dalam indeks acuan tersebut mulai Oktober 2026 sebagai bagian dari penyesuaian rutin. Di sisi lain, tidak semua saham unggulan bergerak positif.
Baca Juga: Messi & Ronaldo Berpotensi Main di Laga Perpisahan Tevez, Jadi Lawan atau Kawan? Saham Sony Group, produsen peralatan kamera dan audio, turun 2%. Saham perusahaan gim juga mengalami tekanan, dengan Konami Group dan Bandai Namco Holdings masing-masing turun hampir 2%. Sektor perbankan turut melemah. Saham Mitsubishi UFJ Financial Group dan Sumitomo Mitsui Financial Group masing-masing turun lebih dari 1%. Dari lebih dari 1.500 saham yang diperdagangkan di pasar utama Tokyo Stock Exchange, sebanyak 48% saham menguat, 48% melemah, sementara 3% lainnya bergerak stagnan.