KONTAN.CO.ID - Bursa saham Jepang menguat pada perdagangan Rabu (14/10/2026), pulih dari penurunan tajam pada sesi sebelumnya. Kenaikan saham-saham terkait semikonduktor dan teknologi menopang indeks Nikkei, meski pelemahan saham perbankan menekan indeks Topix. Mengutip
Reuters, indeks Nikkei 225 naik 0,61% menjadi 68.193,13 pada jeda perdagangan tengah hari. Pada perdagangan Selasa (13/10/2026), indeks tersebut ditutup anjlok 1,8%.
Baca Juga: Mayoritas Mata Uang Asia Melemah Rabu (14/10), Bagaimana Nasib Rupiah? Sebaliknya, indeks Topix yang mencakup saham dengan cakupan lebih luas melemah tipis 0,05% ke level 4.108,8. Analis ekuitas Tokai Tokyo Intelligence Laboratory Shota Sando mengatakan, saham teknologi kembali menguat pada perdagangan kali ini. Namun, kenaikannya masih terbatas karena investor mencermati laporan kinerja keuangan perusahaan Jepang serta pemilihan paruh waktu Kongres Amerika Serikat (AS). Di antara saham teknologi, Advantest menguat 1,19% dan Tokyo Electron naik 0,78%. Sementara itu, SoftBank Group, perusahaan investasi teknologi, melonjak 2,15%. Penguatan saham-saham tersebut terjadi meskipun indeks semikonduktor PHLX di AS kembali melemah pada perdagangan semalam. Indeks tersebut, yang kerap menjadi acuan pergerakan saham chip di Jepang, telah mencatat penurunan selama lima sesi berturut-turut.
Baca Juga: Trump Mengklaim Taiwan Sepakat Membeli 30% LNG dari Proyek Pipa Alaska Saham Fujikura, produsen kabel serat optik, turut menguat 2,98%. Sementara itu, Taiyo Yuden melonjak 7,74% dan menjadi saham dengan kenaikan persentase terbesar di indeks Nikkei. Taiyo Yuden merupakan salah satu produsen kapasitor keramik multilapis yang digunakan untuk mengatur pasokan daya pada server kecerdasan buatan (AI). Kenaikan saham ini mencerminkan kembali munculnya minat investor terhadap perusahaan yang memasok komponen untuk infrastruktur AI. Di sisi lain, saham perbankan menjadi penekan utama indeks Topix. Mitsubishi UFJ Financial Group turun 1,83%, sedangkan Mizuho Financial Group melemah 2,48% dan Sumitomo Mitsui Financial Group terkoreksi 1,85%.
Tekanan pada saham perbankan Jepang sejalan dengan pelemahan saham bank investasi besar AS pada perdagangan sebelumnya.
Baca Juga: Harga Minyak Dunia Naik, Konflik Houthi-Saudi Picu Kekhawatiran Pasokan Saham Citigroup turun 5,6%, sedangkan Goldman Sachs melemah 0,2%, meskipun kedua bank tersebut membukukan laba di atas perkiraan pasar. Secara keseluruhan, tekanan jual masih mendominasi perdagangan saham di Tokyo Stock Exchange. Dari lebih dari 1.500 saham yang diperdagangkan di pasar utama, sebanyak 58% melemah, 38% menguat, dan sekitar 2% bergerak stagnan.