Nikkei Menguat 1,26%, Kinerja Emiten Chip Bangkitkan Optimisme AI



KONTAN.CO.ID -TOKYO. Indeks saham Nikkei Jepang menguat pada perdagangan Rabu (28/10/2026), didorong optimisme terhadap sektor kecerdasan buatan (AI) setelah kinerja keuangan sejumlah perusahaan teknologi menunjukkan hasil positif.

Mengutip Reuters, Nikkei 225 naik 1,26% ke level 64.067,10 pada jeda perdagangan siang. Sebaliknya, indeks Topix melemah tipis 0,02% ke 3.996,53.

Sentimen positif datang dari kinerja perusahaan semikonduktor. Produsen chip asal Korea Selatan, SK Hynix, mengumumkan rencana pengembalian dana kepada pemegang saham senilai sekitar US$ 75 miliar setelah mencatat kenaikan laba kuartalan lebih dari tujuh kali lipat.


Perkembangan tersebut memperkuat optimisme investor terhadap prospek bisnis teknologi, khususnya perusahaan yang berkaitan dengan pengembangan AI.

Baca Juga: Pelita Teknologi (CHIP) Ekspansi ke Dua Negara Baru di Afrika & Diversifikasi Produk

Pada perdagangan Selasa (27/10/2026), indeks S&P 500 naik 0,60% dan Nasdaq menguat 1,18%, dengan saham teknologi menjadi salah satu penopang utama pasar saham Amerika Serikat (AS).

Namun, besarnya kebutuhan pendanaan untuk ekspansi AI masih menjadi perhatian investor.

Saham Meta Platforms melemah setelah perusahaan tersebut meningkatkan target penghimpunan dana ekuitas menjadi US$ 97,5 miliar untuk membiayai ekspansi AI. Nvidia dan AMD turut berkomitmen dalam penawaran tersebut.

Strategi pasar terhadap saham AI kini semakin dipengaruhi oleh kemampuan perusahaan menghasilkan keuntungan, bukan semata-mata besarnya investasi yang digelontorkan.

“Pada perusahaan terkait AI, mulai terlihat pola bahwa harga saham cenderung turun ketika ada kabar belanja besar dan penghimpunan dana, sedangkan indikasi peningkatan profitabilitas mendorong harga saham naik,” kata Maki Sawada, ahli strategi ekuitas Nomura Securities.

Baca Juga: Pelita Teknologi Global (CHIP) Bakal Tebar Dividen, Segini Besarannya

Menurut Sawada, pengumuman kinerja keuangan sejumlah emiten semikonduktor yang dinantikan investor menjelang akhir pekan berpotensi meningkatkan perdagangan selektif berdasarkan hasil kinerja masing-masing perusahaan.

Selain perkembangan sektor teknologi, investor juga mencermati keputusan suku bunga bank sentral AS, Federal Reserve (The Fed), yang dijadwalkan diumumkan pada Rabu waktu setempat.

Pasar memperkirakan The Fed akan mempertahankan suku bunga, dengan peluang kenaikan pada Desember turut menjadi perhatian.

Di Bursa Jepang, jumlah saham yang melemah lebih banyak dibandingkan saham yang menguat. Sebanyak 138 saham dalam indeks Nikkei 225 terkoreksi, sedangkan 86 saham mencatatkan kenaikan.

Baca Juga: FCGF 2026, Singapura Kejar Kerja Sama dengan China di AI dan Ekonomi Hijau

Kioxia Holdings menjadi saham dengan kenaikan terbesar, yakni 12,97%. Disusul Taiyo Yuden yang menguat 8,41% dan Ibiden naik 7%.

Sebaliknya, saham Capcom mencatatkan penurunan terdalam sebesar 11,80%, diikuti Konami Group yang melemah 6,76% dan Canon turun 5,83%.