Nikkei Tembus Rekor 62.000 Kamis (7/5), Ditopang Optimisme AI dan Damai Timur Tengah



KONTAN.CO.ID - Indeks saham Jepang Nikkei melonjak menembus level 62.000 untuk pertama kalinya pada perdagangan Kamis (7/5/2026), didorong optimisme terhadap kinerja emiten teknologi dan harapan tercapainya kesepakatan damai di Timur Tengah.

Mengutip Reuters, indeks acuan Nikkei 225 melesat 4,19% menjadi 62.009,59. Sementara itu, indeks Topix yang lebih luas naik 2,12% ke level 3.807,84.

Baca Juga: Bursa Australia Capai Level Tertinggi 2 Pekan Pagi Ini, Dipicu Harapan Damai AS-Iran


Pasar keuangan Jepang kembali dibuka setelah libur panjang, sehingga investor mengejar reli global yang sebelumnya didorong laporan keuangan emiten teknologi dan perkembangan negosiasi antara Amerika Serikat dan Iran.

Wall Street sebelumnya mencetak rekor tertinggi baru setelah hasil kinerja Advanced Micro Devices (AMD) memicu optimisme terhadap sektor kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI).

Di saat bersamaan, Iran menyatakan tengah meninjau proposal perdamaian dari AS untuk mengakhiri perang yang telah berlangsung lebih dari dua bulan.

Presiden AS Donald Trump juga menyebut pembicaraan dengan Teheran berjalan sangat baik.

“Penguatan tajam Nikkei hari ini dipimpin saham-saham chip setelah proyeksi positif AMD,” ujar Senior Portfolio Manager GCI Asset Management Takamasa Ikeda.

Baca Juga: Harga Emas Dunia Stabil di US$ 4.688 Kamis (7/5) Pagi di Tengah Harapan Damai AS-Iran

Menurutnya, meskipun isi proposal damai AS-Iran masih minim detail, pasar berharap tidak akan ada eskalasi militer lebih lanjut.

Di indeks Nikkei, terdapat 144 saham yang menguat dan 78 saham melemah. Penguatan terbesar datang dari sektor teknologi dan pemasok chip.

Saham Ibiden Co Ltd melonjak 15,9%, diikuti Mitsui Mining & Smelting Co Ltd yang naik 15,3%, serta Renesas Electronics Corp yang melesat 12,8%.

Sebaliknya, saham sektor pertambangan dan eksportir cenderung melemah setelah sebelumnya menguat selama konflik Iran berlangsung akibat lonjakan harga energi dan pelemahan yen.

Saham perusahaan migas terbesar Jepang, Inpex Corp, turun 5,9%, sementara Honda Motor Co Ltd melemah 0,7%.

Baca Juga: Harga Minyak Dunia Rebound Usai Jatuh 7% Kamis (7/5) Pagi, Brent ke US$ 102,15

Chief Strategist Sumitomo Mitsui Trust Asset Management Hiroyuki Ueno menilai, produsen otomotif masih menghadapi tekanan akibat persaingan global yang semakin ketat.

“Selain itu, mereka mungkin tidak lagi terlalu menikmati keuntungan dari pelemahan yen pada tahun fiskal ini,” katanya.

Di pasar obligasi, harga obligasi pemerintah Jepang (JGB) menguat. Imbal hasil obligasi tenor 10 tahun turun 1,5 basis poin menjadi 2,485%, sedangkan yield obligasi tenor lima tahun turun 0,5 basis poin menjadi 1,870%.

Risalah rapat Bank of Japan (BOJ) pada Maret yang dirilis Kamis menunjukkan banyak anggota dewan melihat perlunya kenaikan suku bunga jika lonjakan harga energi akibat perang Iran berlangsung berkepanjangan.

Nilai tukar yen sendiri berada di level 156,33 per dolar AS, relatif stabil setelah sebelumnya sempat menyentuh level tertinggi dalam 10 pekan di posisi 155 per dolar AS.